Arus di Sekitar Antartika Makin Cepat Karena Perubahan Iklim

Arus di Sekitar Antartika Makin Cepat Karena Perubahan Iklim

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 01 Des 2021 09:44 WIB
Gunung es terbesar di dunia yang disebut A68a terbelah menjadi dua. Bongkahan gunung es sebesar pulau Antartik Selatan tersebut dikatakan mengancam populasi hewan liar.
Arus di Sekitar Antartika Makin Cepat Karena Perubahan Iklim. Foto: Corporal Phil Dye/Ministry of Defence via AP
Jakarta -

Arus kuat di lautan memiliki pengaruh besar pada iklim Bumi, begitu juga dengan arus di sekitar antartika yang disebut Antarctic Circumpolar Current (AAC). Penelitian terbaru menunjukkan bukti bahwa ACC semakin cepat, seperti yang diprediksi oleh kebanyakan model iklim.

Angin di sekitar Antartika bertiup selamanya ke timur dengan kekuatan yang begitu besar. Pengamatan selama bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa kekuatan ini meningkat, didorong oleh kombinasi kenaikan suhu global dan penipisan ozon stratosfer. Namun data tentang perairan di bawahnya kurang komprehensif.

Dikutip dari IFL Science, kini Dr Jia-Rui Shi dari Woods Hole Oceanographic Institute telah membantu menggabungkan data satelit dengan bukti dari pelampung laut untuk tak hanya menetapkan apa yang terjadi pada arus ini, tetapi juga mengapa. Di Nature Climate Change, Shi dan rekan penulis melaporkan bahwa arus semakin kuat, dan suhu laut yang lebih hangat menjadi penyebabnya.

ACC ada karena angin mendorong air, terutama puncak gelombang. Secara intuitif, kita akan memperkirakan angin yang lebih kuat untuk menyamai arus yang lebih kuat. Namun, model iklim memprediksi di atas kecepatan yang ada, efeknya akan kecil karena sebagian besar energi tambahan yang dipasok oleh angin hilang dalam pusaran, di mana air berputar dari arus utama, kadang-kadang melawan arah utama.

"Dari pengamatan dan model, kami menemukan bahwa perubahan panas laut menyebabkan percepatan arus laut yang signifikan yang terdeteksi selama beberapa dekade terakhir," kata Shi dalam pernyataanya.

Sementara melemahnya Arus Teluk (Gulf Stream) berpotensi menimbulkan bencana bagi Eropa utara, efek dari ACC yang lebih kuat tidak begitu jelas, tapi Shi menyebutkan bahwa percepatan ACC ini, terutama jetnya yang berpusat di Subantarctic Front, memfasilitasi pertukaran seperti panas atau karbon, antara cekungan laut dan menciptakan peluang bagi kondisi ini untuk meningkat di wilayah subtropis bawah permukaan.

Penyembuhan lubang ozon diharapkan sebagian menyeimbangkan efek peningkatan pemanasan global pada kecepatan angin di sekitar Antartika. Namun untuk ACC, di mana ozon hanya merupakan faktor kecil, peningkatan kehangatan diperkirakan akan menyebabkan penguatan lebih lanjut untuk beberapa waktu mendatang.

Penyembuhan lubang ozon, meski kecil, diharapkan bisa sedikit menyeimbangkan efek peningkatan pemanasan global pada kecepatan angin di sekitar Antartika. Namun untuk ACC, di mana ozon hanya merupakan faktor kecil, peningkatan kehangatan diperkirakan akan menyebabkan penguatan lebih lanjut untuk beberapa waktu mendatang.

Ketika Amerika Selatan dan Australia menyatu dengan Antartika, tidak ada jalan bagi perairan untuk bergerak, dan arus laut membawa air hangat dari khatulistiwa ke tepian Antartika. Panas ini membuat musim panas Antartika cukup beriklim bagi hutan untuk tumbuh dan mencegah pembentukan lapisan es permanen.

Bahkan ketika benua-benua itu terpisah, pada awalnya cukup banyak yang tertinggal untuk mencegah pembentukan kekuatan yang kita lihat sekarang, yang memiliki aliran lebih dari seratus juta meter kubik per detik.

Itu hanya sekitar 30 juta tahun yang lalu, ketika Drake Passage terbuka, dan Tasmania bergerak cukup jauh ke utara untuk berhenti mengganggu aliran ke timur yang membentuk ACC dan mengisolasi Antartika. Efeknya mengubah suhu seluruh planet, karena es permanen memantulkan lebih banyak cahaya.



Simak Video "Peneliti Temukan Bakteri Gen Antibiotik Alami di Antartika"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)