Peringatan Keras Jenderal Amerika Usai Rusia Hancurkan Satelit

Peringatan Keras Jenderal Amerika Usai Rusia Hancurkan Satelit

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 16 Nov 2021 11:45 WIB
Washington -

Amerika Serikat dengan keras mengecam uji coba senjata anti satelit Rusia, berupa rudal yang ditembakkan ke antariksa. Salah satu jenderal Amerika memberi peringatan bahwa mereka tidak akan menoleransi tindakan berbahaya tersebut.

Uji coba itu menghancurkan salah satu satelit lama Rusia dengan rudal, menimbulkan banyak serpihan yang disebut sangat membahayakan, bahkan memaksa para astronaut di International Space Station (ISS) berlindung di shelter.

Tembakan rudal itu sejauh ini menghasilkan lebih dari 1.500 serpihan yang terdeteksi dan ratusan ribu serpihan kecil lainnya. Hal ini dianggap membahayakan satelit lainnya tidak hanya saat ini, tapi dalam jangka panjang.

Jika terjadi kerusakan satelit lain sebagai akibat terpapar atau terkena serpihan-serpihan itu, menurut Amerika akibatnya bisa sangat fatal. Misalnya saja mengganggu jaringan ponsel, prakiraan cuaca, sampai sistem GPS dan perbankan.

"Rusia dengan sengaja mengabaikan keamanan, keselamatan, stabilitas dan keberlangsungan jangka panjang antariksa untuk seluruh bangsa," kata Jenderal James Dickinson dari US Space Command.

"Serpihan yang dihasilkan oleh sistem senjata Rusia ini akan terus memberi ancaman di luar angkasa sampai bertahun-tahun mendatang, memaksa manuver-manuver untuk menghindarinya. Aktivitas antariksa sangat penting bagi keseharian kita dan kelakuan semacam ini tidak bertanggungjawab," demikian peringatannya.

Kecaman serupa terhadap aktivitas persenjataan Rusia di antariksa pernah ia utarakan beberapa waktu yang lalu. "Kami siap dan berkomitmen untuk menangkal agresi dan mempertahankan negara kita serta sekutu kita dari tindakan berbahaya di antariksa," katanya.

Bos NASA, Bill Nelson, juga mengutarakan kekesalannya. Tak hanya membahayakan ISS, uji coba itu disebutnya juga mengancam stasiun antariksa milik China.

"Saya marah pada tindakan tak bertanggungjawab ini. Dengan sejarah antariksanya yang panjang, tak terpikir bahwa Rusia akan membahayakan tak hanya astronaut Amerika dan mitranya di ISS, tapi kosmonot mereka sendiri," sergahnya, dikutip detikINET Dari Independent.

(fyk/rns)