Analisa Data Science Gelombang Ketiga COVID-19: Fiksi atau Realitas? - Halaman 3

ADVERTISEMENT

Kolom Telematika

Analisa Data Science Gelombang Ketiga COVID-19: Fiksi atau Realitas?

Dimitri Mahayana - detikInet
Senin, 15 Nov 2021 12:57 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Analisa Data Science Gelombang Ketiga Pandemi COVID-19: Fiksi atau Realitas? (Foto: Getty Images/loops7)

Pekerjaan Rumah Indonesia

Berkaca kondisi aktual di Singapura, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk pengimplementasian relaksasi terhadap pembatasan-pembatasan. Tentu seperti digambarkan tiga simulasi di atas, hal tersebut bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Dengan kesadaran untuk meminimalisir dampak yang berkepanjangan dari COVID-19 dalam berbagai aspek kehidupan, langkah-langkah yang nyata disadari perlu segera dilakukan guna memulihkan keadaan seperti sebelum terjadinya pandemi.

Namun, langkah-langkah tersebut juga harus diiringi strategi-strategi yang jelas dan tegas untuk menghindari ledakan kasus yang baru-dan mungkin lebih buruk-yang pada akhirnya mungkin memunculkan masalah-masalah baru yang lebih besar dari saat ini.

Dari hasil simulasi di atas, kita tentu perlu memahami relaksasi terhadap COVID-19 tidak dapat dilakukan sembarangan. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kebijakan ini paling tidak harus diikuti tiga hal penting secara bersamaan.

Pertama, mengupayakan program vaksinasi COVID-19 yang merata di seluruh daerah di Indonesia. Namun, simulasi di atas memperlihatkan bahwa program vaksinasi saja tidak cukup untuk memutuskan penyebaran virus, vaksinasi hanya dapat mempercepat selesainya proses penyebaran.

Kedua, tetap perlu menaati protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentu termasuk proses karantina jika pulang dari berpergian, menjaga jarak dan kontak secara langsung dengan orang lain, mencuci tangan, dan memakai masker. Ketiga, adanya kesigapan fasilitas-fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan dalam menangani kasus COVID-19.

Menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia mungkin bisa menjadi udara segar untuk pemerintah dan masyarakat. Namun, perlu diingat relaksasi akan diikuti dengan dibukanya pembatasan-pembatasan yang dilakukan, sehingga berbagai negara di belahan dunia saat ini masih berjuang menghadapi pandemi ini.

Tercapainya target vaksinasi, kewaspadaan untuk terus menaati protokol kesehatan, dan kesigapan tenaga dan fasilitas medis merupakan tiga hal yang sangat kritis untuk melangkah keluar dari masa pandemi. Kondisi saat ini bukanlah kondisi yang menjadikan kita lengah seharusnya, tetapi Indonesia harus lebih siap dengan strategi-strategi untuk membuat kondisi menjadi lebih baik. Jangan sampai keadaan yang saat ini dialami Negeri Merlion harus dialami oleh Indonesia!

Analisa Dimitri Mahayana Soal COVID-19Foto: (dok Dimitri Mahayana)

*Dr Ir Dimitri Mahayana, M Eng adalah Dosen STEI ITB Kelompok Keahlian Kendali dan Komputer, sekaligus Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Bandung. Bisa dihubungi melalui dmahayana@sharingvision.com.

(fay/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT