6 Alasan Orang Percaya Perubahan Iklim Itu Hoax, Padahal Nyata - Halaman 2

6 Alasan Orang Percaya Perubahan Iklim Itu Hoax, Padahal Nyata

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 22 Okt 2021 22:36 WIB
ILULISSAT, GREENLAND - JULY 30: An iceberg floats in Disko Bay behind houses during unseasonably warm weather on July 30, 2019 in Ilulissat, Greenland. The Sahara heat wave that recently sent temperatures to record levels in parts of Europe is arriving in Greenland. Climate change is having a profound effect in Greenland, where over the last several decades summers have become longer and the rate that glaciers and the Greenland ice cap are retreating has accelerated.   (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
6 Alasan Orang yang Percaya Perubahan Iklim adalah Hoax (Foto: Getty Images/Sean Gallup)

4. Model yang digunakan untuk mengukur perubahan iklim tidak dapat diandalkan

Modelnya adalah eksperimen akan tetapi mereka adalah model yang sama yang memprediksi cuaca harian -- seperti yang sering dipakai selama ini. Sebenarnya prediksi iklim pertama hadir pada tahun 1901 dari seorang ilmuwan yang ingin menilai berapa banyak batu bara yang harus dia bakar untuk memulai kebun anggur di Swedia.

Dengan hanya beberapa coretan di selembar kertas, dia memperkirakan bagaimana pembakaran tingkat CO2 yang berbeda akan memanaskan planet ini dari waktu ke waktu. Hebatnya, dan mengkhawatirkan, prediksinya sejalan dengan pengukuran hari ini.

5. Tidak ada konsensus ilmiah

"Ini tidak benar selama lebih dari satu dekade. Masalahnya, masyarakat mendapatkan informasi iklim dari media, bukan dari ilmuwan. Dan media, dalam upaya untuk tampak tidak memihak, sering kali menempatkan seorang ilmuwan iklim dan seorang denier (penyangkal) untuk memperdebatkan pendapat mereka. Tetapi itu tidak berarti bahwa komunitas ilmiah terpecah 50/50 tentang perubahan iklim. Sebenarnya ini lebih seperti 97/3," sebut Mike.

6. Konspirasi besar

Entah itu para ilmuwan yang berbohong untuk mendapatkan dana penelitian besar, illuminati atau alien, ada lusinan konspirasi aneh mengapa laporan perubahan iklim tidak bisa dipercaya.

"Gagasan bahwa ilmuwan iklim pasti memiliki grup WhatsApp konspirasi besar atau sarang bawah tanah tidak masuk akal," tawa Mike.

(ask/fay)