Satelit Internet SpaceX Nyampah di Antariksa dan Bikin Polusi Cahaya

Satelit Internet SpaceX Nyampah di Antariksa dan Bikin Polusi Cahaya

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 04 Okt 2021 05:45 WIB
Roket Falcon 9 SpaceX membawa satelit internet Starlink
Astronom: Satelit Internet SpaceX Nyampah di Antariksa dan Bikin Polusi Cahaya. Foto: Space.com
Jakarta -

Beberapa dekade lalu, hanya ada beberapa ribu pesawat luar angkasa yang mengorbit Bumi. Sekarang, dengan lebih banyak benda buatan manusia di antariksa, berpotensi menyebabkan banyak masalah akibat polusi cahaya.

Sebut saja konstelasi internet Starlink yang dibangun SpaceX. Rencananya, akan dibangun hingga 12.000 satelit, dan SpaceX meluncurkan lebih banyak lagi roket Falcon 9 hampir setiap bulan.

Laporan FCC baru-baru ini bahkan menyebutkan SpaceX mengajukan otorisasi untuk 30.000 lebih satelit internet. Jaringan satelit Starlink yang dikenal sebagai mega-konstelasi, saat ini mendominasi industri internet satelit. Tapi pemain lain seperti Amazon dan OneWeb juga punya rencana meluncurkan ribuan satelit mereka sendiri.

Bayangkan, ketika ada lebih banyak benda yang mengorbit, artinya akan ada lebih banyak sampah antariksa yang menciptakan lebih banyak peluang untuk tabrakan.

Selain itu, para astronom dan pencinta lingkungan telah menyuarakan keprihatinan bahwa Starlink akan menerangi langit malam, karena memantulkan sinar Matahari dari satelitnya.

Untuk teleskop seperti Observatorium Vera C. Rubin yang didanai oleh National Science Foundation dan hampir selesai dibangun di Chili, para astronom mencoba mengembangkan software untuk mengurangi efek langit yang dipenuhi dengan lebih banyak satelit. Meski demikian, tetap saja polusi cahaya yang ditimbulkan konstelasi internet akan meninggalkan goresan pada hasil gambar pengamatan mereka.

"Dalam beberapa tahun terakhir, astronom menemukan banyak satelit Starlink di langit malam. Saat mengamati langit saya akan melihat satelit terang melintasi langit. Ini sensasi yang sangat aneh, semua bintang kemudian tampak bergerak, seperti ilusi optik," kata Aaron Boley, astronom planet di University of British Columbia dan codirector dari Outer Space Institute.

Untuk menarik perhatian pada masalah polusi cahaya dan solusinya, American Astronomical Society mengadakan workshop virtual tentang konstelasi satelit yang dikenal sebagai SatCon2.

Mereka berencana untuk segera mengeluarkan laporan dan rekomendasi, bertepatan dengan pertemuan yang dimulai hari Minggu pekan ini. Selain polusi cahaya, semua perusahaan teknologi luar angkasa ini menghadapi tantangan lain, yaitu sampah luar angkasa.

Untuk diketahui, sampah satelit dan benda lain yang dikirim manusia ke luar angkasa menimbulkan masalah yang tak kalah serius karena berisiko bertabrakan dengan objek lain di orbit Bumi.



Simak Video "Detik-detik Roket SpaceX Luncurkan 60 Satelit Internet"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/asj)