CEO Pfizer Ramal Dunia Akan Normal Setahun Lagi dari Corona

CEO Pfizer Ramal Dunia Akan Normal Setahun Lagi dari Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 27 Sep 2021 16:11 WIB
FILE - In this Nov. 9, 2020, file photo, a general view of Pfizer Manufacturing Belgium in Puurs, Belgium. Pfizer and BioNTech say theyve won permission Wednesday, Dec. 2, 2020, for emergency use of their COVID-19 vaccine in Britain, the world’s first coronavirus shot that’s backed by rigorous science -- and a major step toward eventually ending the pandemic.(AP Photo/Virginia Mayo, File)
Kantor Pfizer. Foto: AP/Virginia Mayo
Jakarta -

Kabar baik terus bermunculan mengenai perkiraan kapan virus Corona bisa dikendalikan dan pandemi berakhir, sehingga kehidupan dapat kembali normal. Terbaru, CEO Pfizer Albert Bourla menyuarakan nada optimisme.

"Dalam waktu satu tahun, saya pikir kita akan mampu kembali ke kehidupan yang normal," cetusnya dalam wawancara dengan ABC.

Akan tetapi bisa jadi agar pandemi Corona tetap terkendali, orang perlu divaksin sekali dalam setahun. Selain itu, menurutnya bukan berarti varian baru virus Corona tidak akan muncul lagi.

"Saya tidak berpikir hal ini berarti bahwa varian (Corona) tidak akan terus muncul dan juga bukan kita bisa meneruskan kehidupan tanpa divaksin. Namun sekali lagi, hal itu masih harus dilihat," tambahnya yang dikutip detikINET dari CNBC, seperti dilansir Senin (27/9/2021).

"Skenario terkuat menurut saya adalah, karena virus ini menyebar di seluruh dunia, akan terus muncul varian baru. Juga vaksin kita akan bertahan setidaknya setahun dan skenario terkuat adalah vaksinasi tahunan, namun kami belum begitu tahu, kita harus menunggu dan melihat datanya," papar Bourla lagi.

Sebelumnya, CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan hal yang sama bahwa menurutnya, pandemi COVID-19 bisa berakhir dalam setahun ke depan seiring peningkatan produksi vaksin menjamin pasokan global untuk mengendalikan virus Corona.

"Jika Anda melihat perluasan kapasitas produksi di seluruh industri ini selama enam bulan terakhir, dosis yang cukup akan tersedia pada pertengahan tahun depan sehingga semua orang di Bumi ini dapat divaksinasi. Booster juga harus dimungkinkan sejauh yang diperlukan," katanya kepada surat kabar Swiss, Neue Zuercher Zeitung.

"Mereka yang tidak divaksinasi akan mendapat kekebalan diri mereka sendiri secara alami, karena varian Delta sangat menular. Dengan cara ini kita akan berakhir dalam situasi yang mirip dengan flu," tuturnya.

Ditanya apakah itu berarti dunia akan kembali normal pada paruh kedua tahun depan, dia berkata, "Mulai hari ini, dalam setahun, saya berasumsi."



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)