Ajaibnya Suku Maya, Bangun Piramida dari Abu Gunung Berapi

Ajaibnya Suku Maya, Bangun Piramida dari Abu Gunung Berapi

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 24 Sep 2021 10:45 WIB
suku maya
Foto: Phys.org
Jakarta -

Kehebatan bangsa zaman kuno selalu membuat takjub. Suku Maya misalnya, diketahui membangun piramida dari abu letusan gunung berapi setelah terjadi bencana.

Akira Ichikawa, arkeolog di University of Colorado Boulder, menemukan bukti suku Maya kembali ke bagian Amerika Tengah yang hancur setelah terjadi bencana letusan gunung berapi, jauh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam makalahnya yang dipublikasikan di Cambridge University Press Site Cambridge Core, ia menjelaskan studi tentang daerah sekitar yang dulunya merupakan situs San Andrés di Zapotitán Valley, di tempat yang sekarang bernama El Salvador.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pada tahun 539 M, gunung berapi Ilopango meletus dalam peristiwa yang sekarang dikenal sebagai letusan Tierra Blanca Joven. Peristiwa tersebut merupakan letusan gunung berapi terbesar di Amerika Tengah selama 10.000 tahun terakhir, dan yang terbesar di Bumi selama 7.000 tahun terakhir.

Ledakan itu begitu kuat sehingga menutupi area di sekitar gunung berapi dengan abu setinggi pinggang sejauh 35 kilometer. Letusan itu juga meninggalkan lubang dalam yang sekarang menjadi danau kawah.

suku mayaPiramida suku Maya. Foto: Phys.org

Dikutip dari Phys.org, letusan juga sangat berdampak pada peradaban suku Maya. Pemukiman di sekitar gunung hilang, dan suhu menjadi lebih dingin di belahan Bumi utara. Karena kurangnya bukti, para sejarawan selama bertahun-tahun berdebat tentang seberapa cepat suku Maya kembali ke daerah itu.

Sebagian besar memperkirakan, kemungkinan suku Maya kembali ke daerahnya memakan waktu hingga ratusan tahun. Namun dalam penelitian terbaru ini, Ichikawa menjelaskan bukti suku Maya kembali ke situs tersebut antara 30 hingga 80 tahun setelah letusan. Mereka tak hanya kembali, tetapi juga membangun piramida besar menggunakan abu dan tanah.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi di area sekitar situs, selama tahun 2015 hingga 2019, Ichikawa mengumpulkan dan menganalisis sampel dari tanah dan dari struktur Campana, sebuah piramida yang terletak di atas platform besar. Dia menemukan bahwa pekerjaan pada struktur bangunan tersebut tampaknya telah dimulai sekitar 30 tahun setelah letusan, meskipun bisa saja selama 80 tahun.

Lebih dari itu, data menunjukkan bahwa kembalinya orang-orang suku Maya ke daerah itu terbilang cepat. Cukup banyak orang bisa selamat dari ledakan tersebut. Ichikawa memperkirakan kemungkinan orang membangun piramida sebagai persembahan untuk menenangkan para dewa yang telah menunjukkan kemarahan mereka dengan memicu letusan gunung berapi.



Simak Video "Bencana Susulan Akibat Letusan Gunung Berapi Hantui Warga La Palma"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)