9 Ujian Hidup Seorang Astronaut, Kamu Yakin Sanggup?

9 Ujian Hidup Seorang Astronaut, Kamu Yakin Sanggup?

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 09 Sep 2021 20:12 WIB
Astronaut in space above the clouds of the Earth..
9 Ujian Hidup Seorang Astronaut, Kamu Yakin Sanggup? (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Dalam bayangan kita, menjadi astronaut sangat menyenangkan. Pergi ke luar angkasa dan bisa melihat keindahan Bumi dari atas sana. Padahal, ada banyak hal tak enak yang harus mereka alami.

Menjalani kehidupan dengan kondisi yang sangat berbeda dengan di Bumi tentunya memerlukan fisik dan mental yang kuat dan sehat. Mereka harus menjalani jadwal yang sangat padat hingga merasakan kesulitan buang air besar. Dihimpun dari Listverse, Kamis (9/9/2021) inilah 9 hal paling berat bagi seorang astronaut:

1. Pelatihan super ketat dan jadwal padat

Jutaan anak bermimpi menjadi astronaut tapi kurang dari 1% pelamar yang dipilih. Mereka yang terpilih akan mengikuti pelatihan persiapan yang sangat intensif dan melelahkan setiap hari, fisik maupun mental.

2. Mabuk dan muntah

Berada di ruang rendah gravitasi membuat sistem vestibular di telinga bagian dalam tidak berfungsi sehingga keseimbangan astronaut akan terganggu. Ketika telinga bagian dalam tidak dapat berfungsi dengan cara yang sesuai dengan apa yang dilihat mata, ini akan menyebabkan mabuk dan muntah.

3. Melihat kulit kaki terkelupas

Astronaut sangat jarang menggunakan kaki karena mereka melayang. Hal ini membuat kaki seperti bayi baru lahir sehingga secara bertahap melepaskan semua kulit keras dan kapalan yang terbentuk ketika dipakai berjalan di Bumi. Astronaut harus berhati-hati melepas kaus kaki mereka, agar serpihan kulit mati dari kaki mereka tidak berterbangan di kabin.

4. Stress

Sambil bertugas, astronaut berjuang menghadapi kurangnya kualitas tidur, terisolasi, kesepian, depresi, kecemasan, kelelahan, perubahan suasana hati, hingga kekurangan konsentrasi yang bisa membuat stress.

5. Berisiko tuli

Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah ekosistem mekanik dan digital, yang terus berputar dan bergetar menimbulkan suara bising. CDC memperingatkan bahwa kebisingan yang berkepanjangan lebih dari 70 dB dapat merusak pendengaran. Salah satu astronaut NASA Bill McArthur dan kosmonot Rusia Valery Tokarev misalnya, keduanya menderita gangguan pendengaran setelah tahun 2006 mereka tinggal di ISS.

6. Tidak bisa tidur nyenyak

Meski lelah seharian bertugas, astronaut tetap kesulitan tidur nyenyak. Selalu ada gangguan, misalnya kilatan cahaya, bahkan ketika mata mereka tertutup. Hal ini diduga disebabkan oleh sinar kosmik yang melewati kelopak mata mereka. Kekurangan gravitasi juga memaksa astronaut mengikat tubuh ke dinding agar tidak menabrak kabin.

7. Terpapar radiasi

Terpapar radiasi kosmik secara terus-menerus kira-kira sama seperti orang-orang yang selamat dari peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Astronaut menghadapi hingga 2.000 millisieverts (unit yang mengukur kerusakan biologis yang disebabkan oleh radiasi pengion) karena pemboman konstan dengan proton dan ion berenergi tinggi.

Level ini mirip dengan yang dialami oleh para penyintas bom atom. Paparan radiasi ini berisiko membuat manusia mengalami penyakit leukemia dan limfoma. Di satu sisi, NASA terus mengevaluasi cara-cara untuk membatasi paparan, termasuk memperpendek masa inap para astronaut di ISS.

8. Tubuh rusak

Kurangnya gravitasi ruang angkasa, selain membuat mabuk, kulit kaki terkelupas, hingga gangguan tidur, lama-lama juga akan membuat tubuh rusak. Di Bumi, gravitasi membantu menentukan ketinggian kita dengan menekan tulang belakang. Tanpa itu, astronaut tumbuh lebih tinggi di luar angkasa.

Akibatnya, tulang belakang mereka meregang karena kurangnya kompresi. Setelah kembali ke Bumi, tulang belakang akan terkompresi dengan cepat. Seperti yang dikatakan astronaut Korea Soyeon Yi, "Hal itu sangat menyakitkan tubuh. Saya mengalami sakit punggung yang parah saat kembali ke Bumi."

9. Sulit pergi ke toilet

Kencing dan buang air besar adalah dua hal terburuk dari hidup di luar angkasa menurut para astronaut. Astronaut NASA Peggy Whitson mengatakan, kencing mungkin sedikit lebih mudah karena menggunakan alat pengisap kencing yang kemudian mengubahnya menjadi air minum.

Sedangkan buang air besar akan lebih repot. "Anda harus mengenakan sarung tangan karet dan mengemasnya," kata Whitson. Namun karena gravitasi rendah, beberapa kotoran kadang lolos saat akan dikemas dan berterbangan liar di sekitar ISS. Waduh...



Simak Video "Momen Bersejarah Kru Film Rusia Tiba di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)