Antibodi Hewan Llama Diuji Klinis untuk Lumpuhkan COVID-19

Antibodi Hewan Llama Diuji Klinis untuk Lumpuhkan COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 27 Agu 2021 19:15 WIB
Reserva Nacional Salinas - Aguada Blancas near Arequipa, Peru
Antibodi Hewan Llama Diuji Klinis untuk Lumpuhkan COVID-19. Foto: ThinkStock
Jakarta -

Llama dapat segera memainkan peran penting dalam perang global melawan COVID-19, jika uji klinis yang sedang dilakukan terhadap hewan ini sesuai harapan.

Para peneliti dari VIB-UGent Center for Medical Biotechnology di Ghent mengatakan antibodi yang diekstraksi dari llama bernama Winter telah menumpulkan virulensi infeksi virus corona, termasuk variannya, berdasarkan pengujian laboratorium.

Teknologi ini nantinya akan melengkapi vaksin dengan melindungi orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah dan merawat orang yang terinfeksi SARS-CoV-2.

"Ini akan sangat potensial menjadi 'pengubah strategi'. Karena ukurannya yang super mikro, antibodi llama mampu mengikat bagian spesifik dari spike protein virus dan membuat virus sulit bermutasi," kata Dominique Tersago, kepala petugas medis dari VIB-UGent spin-off ExeVir.

Dikutip dari Reuters, Jumat (27/8/2021) dia menambahkan, antibodi llama juga menunjukkan aktivitas netralisasi yang kuat terhadap varian Delta yang sangat menular.

Para peneliti berharap, tahap uji klinis pada sukarelawan yang dimulai pekan lalu dalam kemitraan dengan perusahaan farmasi Belgia UCB (UCB.BR) bersama dengan pasien yang dirawat di rumah sakit, akan sama efektifnya.

Winter dan anggota keluarga unta lainnya menghasilkan versi antibodi konvensional yang lebih kecil, lebih stabil, lebih mudah untuk direproduksi dan lebih fleksibel daripada mamalia lain.

Sebelumnya, penelitian serupa juga dilakukan para ilmuwan di US National Institutes of Health (NIH) yang berhasil mengisolasi satu set nanobodi llama yang menjanjikan untuk melawan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Nanobodi adalah jenis antibodi khusus yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan hewan jenis unta, mencakup llama dan alpaca. Antibodi ini disebut nanobodi karena ukurannya kecil, sekitar sepersepuluh berat kebanyakan antibodi manusia.

Karena nanobodi lebih stabil, lebih murah untuk diproduksi, dan lebih mudah direkayasa dibandingkan antibodi biasa, para peneliti kini mulai menggunakannya untuk penelitian medis.



Simak Video "Studi AS: Virus Covid-19 Mampu Menyerang Pusat Kognitif Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)