Lapan Siap Bantu Verifikasi Rumah Penerima Bansos Pakai Satelit

Lapan Siap Bantu Verifikasi Rumah Penerima Bansos Pakai Satelit

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 24 Agu 2021 22:10 WIB
Pemprov DKI mulai membagikan 10 kilogram beras kepada warganya di Jakarta, Kamis (29/7/2021). Sebanyak 1.007.379 keluarga menerima beras tersebut.
Ilustrasi bansos (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk membantu verifikasi penerima bantuan sosial (bansos).

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lapan, M Rokhis Khomarudin mengatakan, kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) telah terjalin sejak 19 April 2021.

"Salah satu tujuan yang ingin dilakukan dari kerjasama ini adalah mendeteksi kondisi rumah penerima bansos dari citra satelit," ungkap Rokhis saat dihubungi detikINET, Selasa (24/8/2021).

Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan data citra satelit resolusi sangat tinggi (hasil akuisisi - Stasiun Bumi Penginderaan Jauh Lapan) dan data koordinat lokasi penerima bansos Kemensos.

Rokhis menjelaskan, jika kedua data ini di kombinasikan maka tujuan tersebut dapat dicapai. Namun, untuk pengolahan data sekian juta penerima bansos perlu metode machine learning dan artificial intelligence agar informasi bisa diperoleh dengan cepat.

"Pengembangan metode perlu dilakukan bersama. Saat ini, Lapan sudah mengembangkan metode deteksi pemukiman kumuh dengan data satelit penginderaan jauh. Metode sudah dapat diterapkan di Kota Bandung (belum divalidasi karena PPKM) namun masih perlu tuning untuk Kota Makassar," tuturnya.

"Jika data koordinat penerima bansos sudah ada dan dihubungkan dengan pemukiman kumuh tersebut tentu akan diketahui mana penerima bansos yang berada di pemukiman kumuh atau bukan," sambungnya.

Lebih lanjut, Rokhis memaparkan persiapan Lapan dalam membantu verifikasi penerima bansos, yaitu:

Persiapan yang sedang dilakukan:

  1. Menyiapkan data satelit resolusi sangat tinggi
  2. Mengembangkan metode untuk deteksi kawasan kumuh dengan Machine learning dan AI untuk hal tersebut.
  3. Uji coba sudah baik di kota Bandung, namun untuk Makassar karena karakteristik perumahannya berbeda masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut.
  4. Terus koordinasi dengan Kemensos.

Adapun satelit yang dipakai bukan milik Lapan, karena saat ini belum mampu mendeteksi bangunan perumahan. Satelit resolusi tinggi milik AS (Worldwide) atau milik Prancis (Pleiades) jadi opsinya.

Sebelumnya, diungkapkan Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan bahwa Kemensos bekerjasama dengan Lapan untuk melacak rumah penerima bansos. Dengan harapan, penerima bantuan pemerintah ini tepat sasaran.

"Kami bekerja sama juga dengan Lapan. Kita akan tahu nanti kalau posisi dari rumah itu dengan data geospasial, citra satelitnya. Kita akan tahu posisi rumah (penerima bansos) itu," ujar Risma dalam diskusi virtual 'Bansos Dipotong, ke Mana Harus Minta Tolong?' di YouTube KPK beberapa waktu lalu.

Risma mengatakan pelacakan itu bertujuan untuk memastikan rumah penerima bansos cocok dengan kriteria. Dia berharap upaya ini dapat dimaksimalkan.

"Sehingga suatu saat kalau dia bilang masih miskin, 'wong rumahnya tambah besar kok', kita bisa bandingkan begitu. Nah, nanti ke depan kita bisa harapkan input-input itu bisa maksimalkan," kata Risma.



Simak Video "Risma Puji Kabupaten di Papua yang Perbaiki Data Bansos Capai 100 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)