Beberapa Hewan Punya Sistem Imun yang Lebih Tangguh

Beberapa Hewan Punya Sistem Imun yang Lebih Tangguh

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 08 Agu 2021 11:02 WIB
Para pekerja melakukan perawatan rutin di peternakan ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, (2/2/2021). Peternakan ayam petelur masih menjadi primadona untuk menopang ekonomi masyarakat Blitar di sektor pertanian. Sejarah peternakan telur di Blitar dimulai pada era 80an dan terus tumbuh hingga saat ini. (ARI SAPUTRA/detikcom)
Beberapa Hewan Punya Sistem Imun yang Lebih Tangguh. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat orang sangat memperhatikan kesehatan, terutama sistem imun tubuh. Pernahkah terpikir, bagaimana sistem kekebalan tubuh pada hewan bisa melawan virus? Ternyata beberapa hewan ada yang punya sistem imun lebih tangguh.

Kekebalan atau imunitas adalah kapasitas hewan dan manusia untuk melawan racun dan mikroba invasif. Hal ini dicapai oleh sistem kekebalan yang memberi kemampuan untuk melawan mikroorganisme penyebab penyakit.

Sistem kekebalan adalah jaringan kompleks sel dan organ yang bekerja sama untuk melawan pertempuran melawan kuman dan racun sampai makhluk hidup itu mati.

Cara kerja sistem kekebalan pada hewan

Dikutip dari Science ABC, sistem kekebalan hewan punya dua jenis pertahanan: kekebalan bawaan dan kekebalan adaptif. Kedua sistem pertahanan beroperasi secara bersamaan, tetapi dengan cara yang agak berbeda untuk memberikan perlindungan yang luas dari racun dan mikroba.

Setiap mikroorganisme memiliki Pola molekul terkait patogen (PAMP) yang berbeda. PAMP ini khusus untuk organisme tertentu, seperti halnya barcode yang menjadi pola unik pada produk tertentu.

PAMP dibaca oleh Pattern Recognition Receptors (PRR). Reseptor ini ada di tubuh semua hewan, dengan tujuan tunggal untuk memindai PAMP, mengenali organisme dan mengidentifikasinya.

Sistem kekebalan adaptif adalah bentuk kekebalan yang lebih kompleks, yang sangat spesifik untuk jenis hewan. Respon imun adaptif ini dimediasi oleh limfosit T dan B.

Sel-T adalah salah satu jenis sel kekebalan yang mengenali patogen potensial dan menghancurkannya atau memberi sinyal jenis sel kekebalan lain. Sedangkan sel B, untuk menghasilkan antibodi terhadapnya. Respons ini kemudian "diingat" oleh sistem kekebalan hewan untuk menyediakan kekebalan dari patogen tertentu.

Kekebalan tubuh di antara hewan berbeda

Terdapat faktor yang menentukan kekebalan makhluk hidup, yaitu faktor lingkungan eksternal seperti habitat, jenis makanan, air yang diminum, hingga kondisi fisiologis internal berupa suhu tubuh alami, pH tubuh, dan lainnya.

Contohnya, anthrax dapat membunuh manusia, sapi, dan rusa, karena bakteri Bacillus anthracis menghasilkan racun di dalam tubuh ketiganya. Tetap ayam kebal sepenuhnya terhadap anthrax. Suhu tubuh ayam yang tinggi dibandingkan manusia, sapi, dan rusa, membuat bakteri tidak dapat bertahan hidup di dalamnya.

Contoh lain adalah studi berbeda ketika para peneliti membekukan serum aligator. Aligator ternyata memiliki efek antibakteri yang lebih kuat daripada serum manusia. Ini menunjukkan bahwa kekebalan aligator memberikan perlindungan terhadap bakteri yang lebih banyak dibandingkan manusia. Fenomena yang ditunjukkan oleh serum darah aligator ini sekarang sedang dipelajari dalam upaya merancang cara baru untuk melawan bakteri yang kebal antibiotik.

Kesimpulan

Jadi, beberapa hewan memang memiliki sistem kekebalan yang lebih berkembang daripada yang lain. Hal ini karena setiap spesies hewan menghadapi tantangan yang berbeda untuk kelangsungan hidup mereka, yang menyebabkan sistem kekebalan mereka beradaptasi dengan cara yang berbeda, dan sangat spesifik yang paling cocok untuk kelangsungan hidup mereka.



Simak Video "Joe Biden Pamer Pencapaian AS Perangi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)