5 Rekomendasi Film Bertema Eksperimen Manusia yang Menyeramkan - Halaman 2

5 Rekomendasi Film Bertema Eksperimen Manusia yang Menyeramkan

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 01 Agu 2021 12:45 WIB
Film fiksi ilmiah Thailand, Deep.
Rekomendasi film bertema eksperimen manusia yang menyeramkan. Foto: dok. Netflix Thailand

3. The Belko Experiment

Film garapan Greg McLean ini ditulis oleh James Gunn. The Belko Experiment mengisahkan 80 pekerja yang terjebak di sebuah perusahaan tempat mereka bekerja.

Sangat aneh dan tiba-tiba, para pekerja tersebut diperintahkan oleh suara dari sebuah intercom untuk mengeksekusi tiga orang. Apabila mereka menolak, sebuah pelacak yang ditanam di kepala mereka akan meledak.

4. The Standford Prison Experiment

Berlatar di tahun 1971, profesor bernama Philip Zimbardo melakukan eksperimen psikologi pada para mahasiswanya. Pada eksperimen ini, mahasiswa diminta berpura-pura menjadi penjaga dan tahanan dalam sebuah penjara.

Meski diingatkan tidak boleh melukai satu sama lain, situasi tidak terkendali dan penjaga berubah menjadi sangat kejam. Professor Philip yang melihat eksperimen ini semakin tidak terkendali pun masih memilih melanjutkan eksperimen tersebut.

Tahu apa yang membuat film ini menjadi sangat menyeramkan? The Stanford Prison Experiment film drama arahan Kyle Patrick Alvarez ini diangkat dari kisah nyata!

5. A Clockwork Orange

Alex De Large adalah seorang remaja nakal. Dia sering melakukan aksi perampokan, memukuli orang yang tidak bersalah sampai menggunakan narkoba. Tak heran jika akhirnya Alex pun dipenjara.

Nah, nasib mengerikan menimpa Alex setelah dia menjalani hukuman 2 tahun penjara. Alex diberi kesempatan untuk menjadi peserta uji coba Ludovico, sebuah terapi untuk merehabilitasi para penjahat dan membebaskannya dalam waktu 2 minggu.

Bayangkan, uji coba tersebut, Alex diikat di sebuah kursi, disuntik obat-obatan dan dipaksa untuk menyaksikan video seks dan kekerasan secara terus-menerus. Uji coba tersebut dinilai 'berhasil' sehingga Alex tidak lagi dapat memikirkan tentang seks maupun kekerasan meskipun untuk membela diri.

(ask/afr)