Tikung Orang Terkaya ke Antariksa, Ini Penjelasan Richard Branson

Tikung Orang Terkaya ke Antariksa, Ini Penjelasan Richard Branson

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 08 Jul 2021 07:37 WIB
Pendiri Virgin Group,
Salip Jeff Bezos ke Luar Angkasa, Richard Branson Ngaku Tidak Saingan Foto: Vanity Fair
Jakarta -

Entrepreneur dan pendiri Virgin Galactic Richard Branson akan terbang ke luar angkasa pada akhir pekan ini, dan mendahului Jeff Bezos. Meski waktu penerbangannya berdekatan, Branson mengaku tidak ada persaingan antara dirinya dan pendiri Amazon itu.

"Saya tahu tidak akan ada orang yang percaya ketika saya mengatakannya, tapi sejujurnya, tidak ada kompetisi," kata Branson dalam wawancara dengan program Today, seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (7/7/2021).

Untuk diketahui, Bezos lebih dulu mengumumkan kalau ia akan terbang ke luar angkasa dalam penerbangan berawak pertama Blue Origin pada 20 Juli. Tapi pekan lalu Branson mengumumkan bahwa ia akan pergi ke luar angkasa pada 11 Juli, sembilan hari lebih awal dari penerbangan Bezos.

Branson mendirikan Virgin Galactic pada tahun 2004 untuk membangun bisnis wisata antariksa. Pria berusia 70 tahun ini merasa bahwa dunia akan diuntungkan dengan adanya banyak perusahaan yang menawarkan penerbangan ke luar angkasa.

Branson akan terbang ke antariksa menggunakan pesawat VSS Unity hingga ketinggian sub-orbital. Ia mengaku sudah tidak sabar ingin bisa terbang layaknya astronaut.

"Dan kamu tahu, pada saat itu, kami akan menjadi astronaut. Saya akan mencubit diri saya sendiri. Dan mencubit diriku lagi dan lagi. Saya tidak sabar," ucapnya.

Branson tidak akan terbang sendiri, dan ia akan ditemani oleh tiga karyawan Virgin Galactic yaitu Chief Astronaut Instructor Beth Moses, Lead Operations Engineer Colin Bennett, dan Vice President of Government Affairs and Research Operations Sirisha Bandla.

Meski Virgin Galactic dan Blue Origin sama-sama menawarkan penerbangan sub-orbital, tapi perjalanan yang ditawarkan kedua perusahaan ini memiliki banyak perbedaan.

Misalnya, Blue Origin akan menerbangkan penumpangnya menggunakan roket dan kapsul, sedangkan Virgin Galactic menggunakan VSS Unity yang bentuknya mirip seperti pesawat. Penerbangan Blue Origin juga akan mencapai titik yang lebih tinggi ketimbang Virgin Galactic.

Mulai tahun depan, Virgin Galactic berharap bisa menerbangkan 50 penumpang ke luar angkasa. Perusahaan ini telah mendapatkan lampu hijau dari Federal Aviation Administration untuk menerbangkan penumpang dalam penerbangan komersial ke luar angkasa.

Selain Branson, Virgin Galactic juga sudah menerima banyak pesanan tiket dari sosok ternama seperti Tom Hanks, Justin Bieber, dan Lady Gaga. Saat ini sudah ada 700 orang yang mendaftar untuk mengikuti wisata Virgin Galactic dengan harga tiket mulai dari USD 250.000.



Simak Video "Cerita Para Miliarder Dunia Berlomba Tamasya ke Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)