Teleskop Luar Angkasa Hubble Rusak, NASA Kelabakan

Teleskop Luar Angkasa Hubble Rusak, NASA Kelabakan

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 22 Jun 2021 22:05 WIB
nasa teleskop hubble
Gangguan Komputer Rusak Teleskop Luar Angkasa Hubble. Foto: NASA
Jakarta -

NASA bekerja keras memperbaiki sistem memori komputer yang rusak pada teleskop luar angkasa Hubble. Karena gangguan ini, operasional Hubble terhenti selama lebih dari sepekan.

Dikutip dari Space News, komputer payload di Hubble berhenti bekerja sejak 13 Juni. Tim engineer berspekulasi bahwa komputer yang digunakan untuk mengelola operasional instrumen sains Hubble tidak berfungsi karena penurunan modul memori, sehingga menempatkan instrumen ke mode aman.

NASA mengatakan, mereka segera mengganti modul memori cadangan di hari yang sama ketika masalah terdeteksi. Setelah sekitar satu hari pengujian, mereka melakukan restart instrumen dan melanjutkan pengamatan sains.

Namun, dalam pernyataannya pada 18 Juni, NASA mengatakan upaya untuk beralih ke modul memori cadangan gagal karena perintah restart cadangan gagal diselesaikan. Upaya untuk memulihkan komputer dengan modul memori asli dan unit cadangan juga gagal.

NASA tidak merinci langkah selanjutnya yang diperlukan untuk memperbaiki masalah ini. Mereka hanya menyatakan bahwa tim operasional akan menjalankan tes dan mengumpulkan lebih banyak informasi tentang sistem untuk mengisolasi masalah lebih lanjut. Adapun instrumen Hubble sendiri dan teleskop lainnya, tetap sehat.

Komputer payload adalah sistem tahun 1980-an yang dapat menggunakan salah satu dari empat modul memori, masing-masing berisi 64 kilobyte memori semikonduktor oksida logam komplementer. Komputer cadangan juga tersedia.

Ini bukan kesalahan teknis pertama Hubble yang diluncurkan 31 tahun lalu. Pada Maret lalu, Hubble mengalami masalah terkait update software. Sebelumnya pada Oktober 2018, komponen gyro yang rusak membuat teleskop offline selama tiga minggu.

"Kami memang memiliki anomali. Itu terjadi ketika memiliki observatorium berusia puluhan tahun, tetapi kami telah mampu mengatasi anomali itu," kata Nancy Levenson, deputy director of the Space Telescope Science Institute.

Dia menekankan bahwa teleskop, secara umum, bekerja dengan baik dan tetap berguna bagi para astronom. Lembaga yang menangani operasional sains Hubble dan Teleskop Luar Angkasa James Webb, membuat rencana untuk memperpanjang operasional Hubble.

"Kami terus merencanakan untuk jangka yang sangat panjang," katanya. Salah satu contoh yang dia berikan adalah COS 2030, sebuah program untuk memperpanjang umur Spektrograf Asal Kosmik, instrumen yang dipasang di Hubble pada misi servis terakhir pada 2009, hingga akhir dekade.



Simak Video "NASA Rayakan 20 Tahun Operasi Muatan Sains ISS"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)