Politisi AS Usulkan Ubah Orbit Bumi untuk Atasi Perubahan Iklim

Politisi AS Usulkan Ubah Orbit Bumi untuk Atasi Perubahan Iklim

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 11 Jun 2021 12:50 WIB
IN SPACE - In this handout provided by the National Aeronautics and Space Administration, Earth as seen from a distance of one million miles by a NASA scientific camera aboard the Deep Space Climate Observatory spacecraft on July 6, 2015. (Photo by NASA via Getty Images)
Politisi AS Usulkan Ubah Orbit Bumi untuk Atasi Perubahan Iklim Foto: NASA via Getty Images
Jakarta -

Politisi Partai Republik Amerika Serikat Louie Gohmert menjadi bahan cemooh di media sosial. Pasalnya ia mengusulkan mengubah orbit Bumi atau Bulan untuk mengatasi perubahan iklim.

Komentar ini dibuatnya dalam rapat Natural Resources Subcommittee DPR AS beberapa hari yang lalu. Saat berbicara dengan US Forest Service Associate Deputy Chief Jennifer Eberlien, Gohmert bertanya apakah National Forest Service atau Bureau of Land Management bisa memindahkan orbit Bumi atau Bulan.

"Saya diberi tahu oleh direktur NASA sebelumnya bahwa mereka menemukan kalau orbit Bulan sedikit berubah begitu pula orbit Bumi mengelilingi matahari," kata Gohmert dalam pertemuan itu, seperti dikutip dari CNN, Kamis (10/6/2021)

"Kita tahu ada aktivitas suar matahari, dan apakah ada yang bisa National Forest Service atau BLM lakukan untuk mengubah jalur orbit Bulan atau Bumi saat mengelilingi matahari? Tentu saja, itu akan memiliki efek yang besar terhadap iklim kami," sambungnya.

Tidak diketahui apakah pertanyaan Gohmert itu hanya sarkasme atau ia benar-benar serius. Yang mengherankan, Gohmert menanyakan hal itu bukan kepada NASA atau Pentagon yang mengurusi antariksa.

Karena pertanyaannya, Gohmert pun menjadi bahan olokan di Twitter, baik oleh politisi, ilmuwan maupun netizen umum.

"Kita tidak bisa mengubah orbit Bumi atau Bulan. Terima kasih telah datang ke TED Talk saya," kata ilmuwan iklim dan dosen di University of Alaska Fairbanks Brian Brettschneider.

"Kita hanya bisa meluncurkan roket dengan muatan terbatas dan dia ingin kita memindahkan Bulan? Dan Forest Service yang akan melakukannya?" kata pengguna Twitter @Paultheblind.

Pertanyaan Gohmert ini didasari oleh paham kelompok konservatif yang meyakini bahwa perubahan iklim merupakan sesuatu yang disebabkan oleh alam, seperti suar matahari atau aktivitas matahari lainnya, dan bukan karena perbuatan manusia.

NASA memang pernah mengungkap penyimpangan di poros perputaran Bumi atau 'polar shift'. Tapi ini bukan temuan baru dan hal ini juga disebabkan oleh gletser yang mencair.

Pemikiran bahwa perubahan iklim disebabkan oleh matahari juga sudah dibantah oleh NASA. Dalam artikelnya, badan antariksa AS ini mengatakan aktivitas matahari memiliki peran yang sangat kecil dalam mempengaruhi iklim di Bumi.

Artikel itu juga menekankan bahwa pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca 50 kali lebih besar ketimbang pemanasan yang datang dari matahari dalam interval waktu yang sama. Pemikiran bahwa perubahan terhadap orbit Bumi atau Bulan bisa mempengaruhi iklim juga tidak tepat.

"Ilmuwan meyakini bahwa pemanasan Bumi belakangan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia - khususnya, masuknya karbon dioksida ke atmosfer Bumi dari pembakaran bahan bakar fosil," kata NASA.



Simak Video "Soroti Dampak Iklim, Jokowi Serukan Langkah Luar Biasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)