Ilmuwan India Curiga China Siapkan Vaksin Sebelum Pandemi

Ilmuwan India Curiga China Siapkan Vaksin Sebelum Pandemi

Tim - detikInet
Rabu, 09 Jun 2021 22:37 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi virus Corona. Foto: Getty Images/BlackJack3D
New Delhi -

Asal muasal virus Corona masih misterius, bahkan belakangan teori virus ini berasal dari laboratorium Wuhan menghangat. Malah seorang pakar virus top di India mengutarakan kecurigaannya bahwa China sudah mengembangkan vaksin Corona sebelum ada pandemi.

Pakar tersebut adalah Dr T Jacob John, mantan profesor dan kepala Clinical Virology, Christian Medical College. Ia menyebut kemungkinan China sudah mengembangkan vaksin untuk mempersiapkan jika ada wabah atau kebocoran virus dari laboratorium.

Itu membuat China bisa menekan angka penderita maupun kematian sejak awal. Ia menyebut China sebagai negara dengan populasi terbesar hanya berada di peringkat ke 98 soal terbanyak penderita Corona.

"Ada beberapa misteri tentang episode di China. Pandemi COVID-19 di China unik di dunia. Artinya mereka menyembunyikan sesuatu atau mereka berbeda atau China telah mempersiapkannya lebih dulu. Semuanya tidak seperti yang terlihat," kata dia seperti dikutip detikINET dari New Indian Express, Rabu (9/6/2021).

Dia menyinggung ada ilmuwan China sudah mengajukan paten vaksin virus Corona pada bulan Februari, dua bulan setelah pandemi. "Hal itu sangat dini bekerja untuk vaksin hanya dalam dua bulan. Mereka seharusnya memulai setidaknya setahun sebelumnya," tambahnya.

Ilmuwan dimaksud adalah Yusen Zhou, ilmuwan yang bekerja untuk Tentara Pembebasan Rakyat atau People's Liberation Army (PLA) yang mengerjakan berkas-berkas pengajuan paten tersebut, berselang 5 pekan sejak kasus pertama terkonfirmasi di Wuhan.

Belakangan, Zhou dikabarkan meninggal pada Mei 2020 dengan kondisi yang misterius. Hanya satu surat kabar di China yang mengabarkannya.

Menurut The Australian, Zhou yang menerima bantuan dari National Institutes of Health untuk aktivitas tersebut, cukup dekat dengan Wuhan Institute of Virology (WIV), termasuk dengan Shi Zhengli, ilmuwan yang terkenal sebagai peneliti kelelawar.

"Anak muda itu tewas. China sepertinya menyembunyikan sesuatu. Ada bukti dalam biologi molekular yang berujung pada kemungkinan ini adalah virus yang dimanipulasi laboratorium," lanjutnya. Namun demikian, memang belum ada bukti dari semua tudingan tersebut, bahwa virus Corona berasal atau dibuat di lab.



Simak Video "Dokumen tentang Penelitian Jenis Virus Corona di Wuhan Dirilis"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)