3 Alasan Lab Wuhan Harus Diteliti Sebagai Potensi Sumber Pandemi

3 Alasan Lab Wuhan Harus Diteliti Sebagai Potensi Sumber Pandemi

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 28 Mei 2021 22:36 WIB
Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan.
WHO saat menyelidiki asal-usul COVID-19 di China. Mereka menyisir laboratorium, pasar, dan rumah sakit di Wuhan. Foto: AP Photo
Jakarta -

Setahun lalu, banyak ilmuwan menyebut dugaan bahwa virus Corona bisa saja bocor dari laboratorium di Wuhan, China sebagai teori konspirasi. Namun anggapan tersebut kini berubah.

Pekan ini, Dr Anthony Fauci, Kepala Penasihat Medis Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada subkomite Senate Appropriations bahwa dasar sejarah pandemi yang berkembang secara alami dari reservoir hewan sangat kuat.

"Dan untuk alasan itulah kami merasa bahwa sesuatu yang serupa seperti ini telah terjadi, kemungkinan yang jauh lebih tinggi. Tidak ada yang tahu, bahkan saya pun, 100% tidak tahu pada saat ini. Itulah alasan mengapa kami mendukung penyelidikan lebih lanjut," ujarnya seperti dikutip dari NPR, Jumat (28/5/2021).

Dr CĂ©line Gounder, pakar penyakit menular yang bertugas di dewan penasihat COVID-19 tim transisi Biden pun setuju mengenai hal ini. Menurutnya, bahkan jika Wuhan Institute of Virology adalah sumber wabah yang lebih kecil kemungkinannya, perlu penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikannya.

"Dan mengatakan bahwa ini membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, tidak berarti virus Corona bocor dari laboratorium. Tapi kita perlu menyelidiki itu dan mencari tahu karena itu benar-benar berimplikasi pada bagaimana kita akan mencegah pandemi berikutnya," ujarnya.

Teori simpang siur yang meresahkan

Dugaan ini sungguh simpang siur dan semakin liar jika tidak diselidiki dengan serius. Teori ini juga memunculkan kebingungan adanya aktivitas merekayasa sesuatu di lab, kemudian secara tidak sengaja atau sengaja dilepaskan.

Hal lain yang menimbulkan kekhawatiran adalah bahwa kita sekarang tahu bahwa pada November 2019, ada tiga peneliti di Wuhan Institute of Virology yang menangani virus Corona dan dirawat di rumah sakit dengan gejala yang mungkin berasal dari COVID-19, bisa dari flu, bisa saja dari hal lain. Tetapi saat ini belum cukup informasi tentang ketiga kasus tersebut, sehingga hal itu adalah sesuatu yang perlu diselidiki.

Mengetahui protokol keamanan di lab

Teori ini harus diselidiki terkait bagaimana protokol keamanan di lab. Jika ditelusuri lebih lanjut, kita akan memeriksa catatan lab, dan apa sebenarnya eksperimen dilakukan. Setiap ilmuwan menyimpan catatan pekerjaan mereka dengan sangat hati-hati dan mendetail sehingga kita bisa tahu apakah ada penyakit lain di antara kelompok itu.

Saat ini kita tidak memiliki pengetahuan tentang pengujian apa yang dilakukan pada ketiga peneliti yang sakit tersebut, pengujian laboratorium dan pemindaian radiologi apa yang dilakukan, apakah ada spesimen yang disimpan sehingga dapat dilihat kembali apakah ini COVID-19 atau ini sesuatu yang lain. Ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk membahasnya lebih lanjut.

Memastikan penularan dari hewan

Jika ternyata kebocoran dari lab tidak terbukti, maka penularan alami dari hewan ke manusia masih menjadi teori dominan terkait asal-usul COVID-19. Penularan dari hewan ke manusia terjadi pada penyakit menular, entah itu HIV, Zika, Ebola, SARS asli, hingga MERS. Semua ini adalah hasil dari limpahan zoonosis alias penyebaran virus dari hewan ke manusia. Dan inilah yang telah kita lihat pada virus Corona sebelumnya secara probabilistik, jauh lebih mungkin bahwa ini akan menjadi peristiwa limpahan zoonosis juga.



Simak Video "Ilmuwan Paparkan Teori Bocornya Virus Corona dari Lab Wuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)