Ancaman Kiamat dari Badai Matahari

Ancaman dari Antariksa

Ancaman Kiamat dari Badai Matahari

Tim - detikInet
Sabtu, 29 Mei 2021 08:17 WIB
Observatorium Dinamika Matahari NASA merekam badai matahari pada 12 Januari 2015
Penampakan Matahari. Foto: NASA
Jakarta -

Badai Matahari atau solar storm merupakan fenomena yang cukup umum. Baru-baru ini juga beberapa lembaga cuaca sampai antariksa memperingatkan kedatangannya. Kadang bahkan ada yang mengaitkannya dengan kiamat. Apakah benar?

Tak dapat dipungkiri jika badai Matahari bisa berdampak negatif bagi Bumi. Para ahli memperkirakan, badai Matahari dahsyat yang melanda Bumi pada 8 Maret 1582 bisa terjadi lagi di abad ini dan menyebabkan kerusakan parah karena di zaman modern ini, satelit dan perangkat telekomunikasi merupakan hal krusial. Badai Matahari bisa berdampak pada hal tersebut.

Laporan dari Portugis di abad ke-16, berjudul Portuguese Eyewitness Accounts of The Great Space Weather Event of 1582 (catatan saksi mata Portugis tentang peristiwa cuaca luar angkasa dahsyat tahun 1582). Hal itu menggambarkan apa yang dilihat saksi mata Pero Ruiz Soares di Lisbon.

Peneliti juga mencatat hal serupa terjadi di Jepang era feodal. Orang-orang di Kyoto melihat penampakan serupa berupa langit merah yang membara. Saat itu, peristiwa ini pernah diberitakan di Leipzig, Jerman, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa dan Asia Timur lainnya.

Menurut NASA, saat terjadi badai Matahari, suar dan angin menembakkan plasma panas mendidih dari Matahari. Ini berpengaruh pada magnetosfer Bumi, yang menyebabkan aurora berwarna cerah di area yang biasanya tak terlihat. Meskipun sebagian besar badai Matahari tidak berbahaya, badai besar dapat menyebabkan gangguan elektronik signifikan.

Meski sebagian besar badai Matahari tidak berbahaya, badai besar yang menghantam Bumi punya konsekuensi membuat kerusakan. Sumber lain yang dikutip dari Universe Today, badai Matahari yang melanda pada tahun 1909 adalah salah satu yang terkuat di abad ke-20.

Badai ini menyebabkan gangguan geomagnetik yang ekstrem, menyebabkan gangguan sistem telegraf yang meluas, dan menciptakan aurora spektakuler di langit malam.

Lebih jauh lagi, badai Matahari saat itu juga menyebabkan komunikasi telegraf di garis lintang menengah ke bawah Bumi terputus. Scientific American juga melaporkan jaringan listrik di Quebec, Kanada lumpuh oleh badai yang cukup tinggi.

Para peneliti mengatakan studi tersebut juga menyebutkan insiden Carrington di tahun 1859 yang dianggap sebagai salah satu peristiwa cuaca luar angkasa paling ekstrem yang pernah didokumentasikan.

Pada tahun 1973, ada kejadian yang lebih dahsyat yang mungkin saja menimbulkan korban jiwa. Badai Matahari melanda Bumi pada bulan Agustus di tahun itu selama periode misi penerbangan Apollo ke Bulan. Lantas bagaimana dengan isu badai Matahari bisa mengakibatkan malapetaka besar?

Halaman selanjutnya, apa benar badai Matahari menyebabkan kiamat...