Survei: 80,8% Warga Indonesia Mau Divaksin COVID-19

Survei: 80,8% Warga Indonesia Mau Divaksin COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 14 Mei 2021 08:15 WIB
Doctor in personal protective suit or PPE inject vaccine shot to stimulating immunity of woman patient at risk of coronavirus infection. Coronavirus,covid-19 and vaccination concept.
Survei menunjukkan 80,8% orang Indonesia bersedia divaksin corona. Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem Zakharov
Jakarta -

Sebuah survei menunjukkan bahwa sebanyak 80,8% orang di Indonesia bersedia untuk divaksin COVID-19. Sementara Bali merupakan daerah yang paling patuh pakai masker. Survei ini dijalankan oleh University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook. Dilakukan pada 10 Januari hingga 31 Maret 2021, hasilnya ternyata cukup memberikan kabar menggembirakan.

"Data yang akurat sangat penting dalam upaya penanggulangan COVID-19 dan formulasi kebijakan yang tepat untuk vaksin COVID-19. Karenanya kami sangat senang melihat laporan yang positif dari COVID-19 Symptom Survey," ujar Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dalam survei juga ditemukan bahwa keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6% menjadi 19,2% selama periode Januari-Maret 2021 ini. Hal ini menurut Oscar menunjukkan program pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin telah berhasil berjalan dengan baik.

COVID-19 Symptom Survey ini dijalankan oleh Program Gabungan Metodologi Survei University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook. Pengumpulan data survei dilakukan oleh University of Maryland dengan mengedepankan dan menjaga privasi semua responden. Selain responden dari Indonesia, orang-orang dari 200 negara dan negara bagian juga turut berpartisipasi dalam survei yang dilakukan di luar platform Facebook ini.

Adapun dalam survei ini ditemukan angka-angka terkait alasan ragu vaksin di Indonesia:

1. Dari orang dewasa yang ragu-ragu terhadap vaksin di Indonesia, 49,2% mengkhawatirkan efek samping dan 34,9% ingin menunggu dan melihat situasi dulu sebagai alasan utama keraguan

2. Dari kelompok demografis utama, keragu-raguan vaksin di Indonesia paling bervariasi antar kelompok umur. Secara khusus, kelompok usia termuda adalah kelompok yang paling ragu akan vaksin, dengan kelompok usia 18-24 tahun sebesar 20,9% dan usia 25-34 tahun sebesar 21,4%

3. Jika dibandingkan antar provinsi, Riau dan Sumatera Selatan memiliki keragu-raguan vaksin tertinggi di antara kelompok usia 18 24 tahun masing-masing sebesar 32,1% dan 31,7%, sedangkan Banten dan Bali memiliki keragu-raguan vaksin yang paling rendah di antara kelompok usia ini masing-masing sebesar 14,8% dan 13,3%.

Sementara itu, temukan juga pada bulan Maret, 86% orang Indonesia yang disurvei melaporkan selalu atau sebagian besar mengenakan masker saat berada di depan umum. Penggunaan masker tertinggi adalah di Bali (92%) dan terendah di Aceh (72%).



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)