Katak Mini 'Ajaib' Ditemukan, Beracun dan Bisa Nyala

Katak Mini 'Ajaib' Ditemukan, Beracun dan Bisa Nyala

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 04 Mei 2021 06:43 WIB
Katak beracun Brachycephalus rotenbergae
Katak beracun spesies baru Brachycephalus rotenbergae. Foto: Daily Mail
Brasil -

Katak mungil ini kelihatannya lucu, warna kulitnya orange. Namun demikian, hewan spesies baru ini ternyata punya racun yang disebut sangat berbahaya. Ya, dia adalah katak beracun.

Seperti dikutip detikINET dari Yahoo News, Selasa (4/5/2021), ilmuwan menamakan amfibi baru ini sebagai Brachycephalus rotenbergae, tipe katak golongan pumpkin toadlet. Ia ditemukan di hutan Atlantic, Brasil.

Kenapa berwarna orange? Katak yang ukurannya kurang dari 3 centimeter ini mungkin menggunakannya sebagai sinyal bahwa kulitnya membawa racun yang mematikan. Oh ya, kulitnya itu dapat bersinar warna hijau jika diterpa sinar ultraviolet walau manfaatnya belum diketahui.

Spesies baru ini beracun dan bisa fatal akibatnya jika mengenai mamalia kecil atau burung. Dengan kata lain, racunnya itu adalah untuk menangkal para predator.

Namun menurut Ivan Nunes dari Universidade Estadual Paulista yang menggelar riset ini, racun si katak tidak fatal bagi manusia. Bahkan katak beracun ini bisa dipegang dengan tangan telanjang walau jangan sampai sesudah memegang langsung memegang mata atau mulut karena bisa cukup menyakitkan.

"Spesies ini sangat beracun namun hanya bagi binatang yang coba memangsa mereka. Predator itu bisa mati jika mereka memakan Brachycephalus. Kita bisa memegang dengan tagan kosong, tak ada masalah, hanya saja jangan sentuh mata dan mulut setelahnya. Cuci tangan dulu," kata dia.

Racunnya jenis tetrodotoxins yang dapat menyebabkan otot-otot menjadi lumpuh. Racun sejenis ditemukan pula pada ikan fugu yang jika dikonsumsi manusia dapat menyebabkan maut.

Mengenai kenapa katak beracun ini dapat bersinar, mungkin saja sebagai sinyal bagi katak lain. "Ada gagasan bahwa sinar fluoresensi itu adalah sebagai sinyal untuk pasangan kawin potensial, untuk memberi tanda pada rival dan juga peran biologis lain, cetus Nunes.



Simak Video "Ayah Racun Dua Anaknya di Purwakarta, Pelaku Coba Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)