Hiii! Ada Tikus Raksasa Makan Elang Laut Hidup-hidup

Hiii! Ada Tikus Raksasa Makan Elang Laut Hidup-hidup

Aisyah Kamaliah - detikInet
Minggu, 02 Mei 2021 06:15 WIB
Tikus berukuran kecil saja sudah bikin bergidik ngeri. Nah ini nih detikers, ada tikus rumahan berukuran super yang memakan hidup-hidup elang laut Tristan dewasa di Pulau Gough, Atlantik Selatan.

Predator ini mengancam masa depan delapan juta burung yang berkembang biak, termasuk spesies yang terancam punah seperti albatros Tristan dan MacGillivrays Prion, menurut laporan dari Royal Society for the Protection of Birds (RSPB).
Tikus raksasa makan elang laut dewasa. Foto: Roelf Daling/Daily Mail
Jakarta -

Tikus berukuran kecil saja sudah bikin bergidik ngeri. Nah ini nih detikers, ada tikus rumahan 'berukuran super' yang memakan hidup-hidup elang laut Tristan dewasa di Pulau Gough, Atlantik Selatan.

Predator ini mengancam masa depan delapan juta burung yang berkembang biak, termasuk spesies yang terancam punah seperti albatros Tristan dan MacGillivray's Prion, menurut laporan dari Royal Society for the Protection of Birds (RSPB).

Setiap tahun, sekitar sepertiga dari albatros Tristan dimakan oleh tikus, tetapi sampai sekarang tidak ada konfirmasi bahwa burung Tristan juga dikonsumsi mereka. Dengan hanya beberapa pasang burung yang berkembang biak di tempat lain, hewan pengerat tersebut dapat membuat elang laut menuju kepunahan.

Untuk penjelasan mengenai hewan pengerat raksasa itu, tikus besar tersebut dapat tumbuh hingga 50% lebih besar dari biasanya. Mereka telah beradaptasi untuk menyerang burung laut di pulau terpencil.

Mengutip Daily Mail, kematian bahkan untuk satu elang laut Tristan dewasa sangat memprihatinkan, karena burung-burung tersebut baru mulai berkembang biak setelah berumur sepuluh tahun dan kemudian hanya setiap dua tahun setelahnya.

Sementara albatros Tristan biasanya menjadi dewasa sekitar satu tahun ketika dibesarkan oleh dua orang tua. Mereka dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan lebih lama untuk mandiri jika hanya diberi makan oleh satu orang tua saja.

Kematian seekor elang laut dewasa, membuat anak-anak dari burung yang dilindungi itu berada dalam situasi genting.

"Melihat induknya terbunuh dengan cara ini, dan anaknya dalam bahaya seperti itu, sungguh menyedihkan," kata asisten lapangan senior RSPB, Kim Stevens.

Albatros adalah burung yang berumur panjang dan menghabiskan sebagian besar hidupnya terbang di atas lautan, mereka membutuhkan tempat yang aman untuk memberi makan untuk membesarkan anak-anaknya.

Kehilangan itu membuat albatros betina harus membesarkan anak-anaknya sendirian. Anak-anak itu berisiko kelaparan, belum lagi ancaman dimakan oleh tikus yang mengerikan tersebut.

Untuk mengatasi masalah di Gough, RSPB telah bekerja sama dengan kelompok-kelompok termasuk Pemerintah Inggris untuk meluncurkan program guna membasmi setiap tikus di pulau itu. Dengan begitu, mereka bisa mengembalikan Pulau Gough sebagai surga burung laut.

Proyek ini awalnya dimaksudkan untuk dimulai tahun lalu, tetapi mengalami penundaan akibat pandemi COVID-19 yang memaksa penyelenggara untuk membawa pulang tim mereka melalui udara. Menurut RSPB, penundaan tersebut menyebabkan proyek mengalami defisit pendanaan yang signifikan.



Simak Video "Gropyokan, Tradisi Unik Warga Majalengka Sambut Musim Tanam Padi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)