Pink Moon Menghiasi Langit Indonesia: Ini Asal Mula dan Faktanya

Pink Moon Menghiasi Langit Indonesia: Ini Asal Mula dan Faktanya

Novia Aisyah - detikInet
Kamis, 29 Apr 2021 19:15 WIB
Fenomena Bulan Supermoon atau super Pink Moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (27/4/2021). Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) fenomena Pink Supermoon yang melintasi langit Indonesia dengan jarak dekat dengan Perige (garis edar suatu benda langit yang terdekat dengan bumi) 357.616 kilometer itu adalah fenomena pertama di antara dua supermoon tahun 2021. ANTARA FOTO/Rahmad/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/RAHMAD
Jakarta -

Pink Moon yang muncul pada hari Selasa malam (27/04/2021) dan mengundang ketertarikan masyarakat. Dari pantauan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) fenomena ini disebut supermoon karena jaraknya berdekatan dengan titik perige.

Perige merupakan istilah untuk menyebutkan kondisi bulan saat berada pada titik terdekat dari bumi.

Walaupun sebenarnya tidak ada warna pink yang muncul sama sekali, tetap saja fenomena Pink Moon kemarin mendorong masyarakat untuk mengabadikannya dan membagikan hasil jepretan via sosial media.

Sejarah fenomena Pink Moon

Melansir dari NASA, Pada tahun 1930, petani wilayah Maine menerbitkan nama-nama bulan suku Indian untuk menyebutkan nama-nama bulan dalam setahun.

Berdasarkan penanggalan ini, bulan purnama yang jatuh di bulan April adalah Pink Moon.

Pink Moon berasal dari nama sebuah tanaman asli Amerika Serikat yang juga merupakan tanaman pertama yang tumbuh di musim semi.

Pink Moon memiliki sebutan atau nama yang berbeda-beda, bergantung pada penduduk mana yang menyebutkannya. Beberapa nama lain dari Pink Moon adalah Sprouting Grass Moon, the Egg Moon, Paschal Moon, Hanuman Jayanti, Bak Poya dan Fish Moon.

Pink Moon kali ini adalah supermoon pertama yang ada di tahun 2021 dan dianggap sebagai supermoon terbaik dan tercerah sepanjang tahun ini.

Istilah supermoon sendiri pertama kali disebutkan oleh ahli astronomi bernama Richard Nolle di tahun 1979.

Nolle menamakannya demikian untuk merujuk pada bulan baru atau bulan purnama di mana saat itu, bulan berada di 90 persen perigee (titik terdekat dari bumi).

Untuk tahun 2021 ini, beberapa publikasi menyebutkan bahwa empat bulan purnama atau full moon terjadi dari bulan Maret hingga Juni, beberapa mengatakan bahwa tiga di antaranya terjadi dari April hingga Juni, dan sebagian lagi mengatakan hanya dua bulan purnama yaitu di bulan April dan Mei yang tergolong sebagai supermoon.

Masih merujuk pada sumber yang sama, full moon berikutnya akan terjadi pada tanggal 26 Mei bulan depan.

Pada bulan purnama berikutnya ini, bulan akan sedikit lebih dekat dengan bumi dibandingkan bulan purnama Senin kemarin (26/04/2021), walaupun selisihnya hanyalah 0.04 persen.

Beberapa fakta menarik dari supermoon adalah:

1. Titik terjauh bulan dari bumi disebut dengan apogee, kebalikan dari perigee, di mana jauhnya kira-kira 253.000 mil (405.500 kilometer).

2. Titik terdekat bulan dengan bumi (perigee) berjarak sekitar 226.000 mil atau 363.300 kilometer.

3. Ketika full moon atau bulan purnama mencapai titik perige, ia nampak sedikit lebih cerah dan lebih besar dari bulan biasa, maka dari itulah disebut dengan supermoon.


Itu dia sekilas asal mula dan beberapa fakta menarik dari Pink Moon. Apa detikers sempat mengabadikan fenomena tersebut kemarin?



Simak Video "Penampakan Supermoon Warnai Langit di Penjuru Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)