Catat! Fenomena Alam Bulan April, Ada Hujan Meteor dan Supermoon

Catat! Fenomena Alam Bulan April, Ada Hujan Meteor dan Supermoon

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 01 Apr 2021 18:10 WIB
Hujan meteor Lyrid
Foto: via Space.com
Jakarta -

Bagi pecinta astronomi, ada baiknya kalian mencatat rangkaian fenomena alam bulan April 2021. Sebab di bulan keempat tahun ini, akan terjadi puncak hujan meteor Lyrid hingga Supermoon.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah merangkum fenomena alam yang berlangsung bulan April, seperti detikINET kutip di website Lapan, Kamis (1/4/2021) yaitu sebagai berikut:

1-2 April Konjungsi Bulan Antares

Di awal bulan, kalian akan langsung dihadapi peristiwa alam berupa puncak konjungsi bulan Antares yang terjadi pada 2 April 2021 pukul 03.49 WIB, untuk Indonesia bagian tengah pukul 04.49 WITA, dan Indonesia bagian timur pada pukul 05.49 WIT.

Akan tetapi, fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak 1 April pukul 21.45 waktu setempat dari arah Timur-Tenggara hingga keesokan paginya, ketika fajar bahari berakhir dari arah Barat-Barat Daya.

Sudut pisah bervariasi antara 6,64° hingga 4,58°. Magnitudo Antares sebesar 1,05, sedangkan fraksi Iluminasi Bulan bervariasi antara 79,3% hingga 77,2% (Bulan Susut/Cembung Akhir).


4 April - Fase Bulan Perbani Akhir

Fase perbani akhir adalah salah satu fase bulan ketika konfigurasi antara Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk sudut siku-siku (90°). Kejadian berlangsung setelah fase Bulan Purnama.

Lapan menyebutkan puncak fase bulan perbani akhir terjadi pukul 17.02.27 WIB/18.02.27 WITA/19.02.27 WIT. Bulan perbani akhir ini dapat dilihat saat terbit sebelum tengah malam dari arah timur-tenggara, berkumulasi di arah selatan menjelang terbit Matahari dan kemudian terbenam di arah barat-barat daya sekitar tengah hari.

Pada posisi ini, sang satelit alami Bumi itu berada jarak 376.541 km dari Bumi (geosentrik) dan berada di sekitar konstelasi Sagitarius.


6-8 April - Konjungsi Tripel Bulan-Jupiter-Saturnus

Bulan akan mengalami konjungsi tripel dengan Jupiter dan Saturnus selama tiga hari berturut-turut sejak 6-8 April 2021. Kalian bisa menyaksikan fenomena alam ini di arah Timur-Tenggara dekat konstelasi Capricornus sejak pukul 03.00 waktu setempat hingga fajar bahari berakhir.

Magnitudo Jupiter sedikit bervariasi antara -2,08 hingga -2,09. Sedangkan magnitudo Saturnus konstan di angka +0,75. Bulan, berfase sabit akhir ketika konjungsi tripel dengan iluminasi bervariasi antara 34,4% sampai 15,8%.


12 April - Fase Bulan Baru dan Konjungsi (Tripel) Bulan-Venus-Matahari

Fase Bulan baru disebut juga konjungsi solar Bulan adalah konfigurasi ketika Bulan terletak di antara Matahari dan Bumi dan segaris dengan Matahari dan Bumi.

Mengingat orbit Bulan yang membentuk sudut 5,1° terhadap ekliptika, bayangan Bulan tidak selalu jatuh di permukaan Bumi ketika fase Bulan baru, sehingga fase Bulan baru tidak selalu beriringan dengan gerhana matahari.

fase bulan baru kali ini terjadi pada 12 April, tepatnya pukul 09.30.43 WIB/10.30.43 WITA/11.30.43 WIT dengan jarak 403.642 km dari Bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Pisces.

Lapan mengatakan Bulan tidak hanya membentuk konjungsi dengan Matahari, melainkan juga dengan Venus yang dapat disebut juga konjungsi tripel Bulan-Venus-Matahari, dan ketika Matahari, tersisa Bulan dan Venus yang tampak berdekatan dengan sudut pisa antara 2,6° hingga 2,55° selama 10-15 menit sebelum keduanya terbenam.


15 April - Apogee Bulan

Apogee Bulan adalah konfigurasi saat Bulan terletak paling jauh dengan Bumi. Ini disebabkan oleh orbit Bulan yang terbentuk elips terhadap Bumi.

Apogee Bulan dapat diamati ketika terbit pukul 11.00 waktu setempat dari arah Timur-Timur Laut, berkulminasi di arah utara sekitar pukul 17.00 waktu setempat dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Bulan berjarak 406.137 km dari Bumi dan berada di sekitar konstelasi Aries dengan iluminasi 6,1% (sabit awal) ketika apogee.

Lihat juga video saat ada ''Pelangi Cincin' Melingkari Matahari di Langit Kepulauan Sula':

[Gambas:Video 20detik]



>>>>> Halaman berikutnya tanggal fenomena hujan meteor Lyrid hingga Supermoon