Wujud Kompleks Perumahan di Planet Mars

Wujud Kompleks Perumahan di Planet Mars

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 26 Mar 2021 06:17 WIB
Hunian di Mars
Seperti Inikah Hunian Pertama Manusia di Mars? Foto: ABIBOO studio / SOnet
Jakarta -

Sejumlah negara berlomba menuju ke Mars. CEO SpaceX Elon Musk bahkan sudah terpikir untuk tinggal di Planet Merah tersebut. Kalau membayangkan seperti apa hunian pertama manusia di Mars, bisa jadi seperti yang dirancang oleh perusahaan yang satu ini.

Adalah studio arsitektur bernama ABIBOO bekerja sama dengan tim ahli astrobiologi SONet, merancang konsep habitat manusia di Mars. Pendiri ABIBOO Alfredo Muñoz mengatakan, tim studionya harus melakukan banyak analisis berdasarkan komputasi dan bekerja dengan para ilmuwan untuk mencoba memahami keadaan apa yang akan manusia hadapi di Mars.

"Sumber in-situ dari Mars dapat digunakan untuk membangun konstruksi kota yang disebut Nüwa. Keberadaan air adalah salah satu kelebihan Mars. Sumber air membantu mendapatkan material yang baik untuk konstruksi. Pada dasarnya, dengan air dan Co2, kita bisa menghasilkan karbon. Dan dengan karbon, kita bisa menghasilkan baja," urai Muñoz seperti dikutip dari situs Metro.co.uk.

Hunian di MarsKonsep hunian di Mars. Foto: ABIBOO studio / SONet

Para arsitek ABIBOO telah membuat desain berdasarkan penelitian ilmiah terbaru yang diselenggarakan oleh The Mars Society. Menurut Muñoz, pembelajaran yang mereka peroleh dengan mengembangkan kota yang sepenuhnya berkelanjutan di Mars, memberikan begitu banyak pengetahuan, ide, dan wawasan, tentang hal-hal yang dapat dilakukan secara berbeda dengan di Bumi.

Hunian di MarsFoto: ABIBOO studio / SONet

Menurut analisis ABIBOO, pembangunan kota Mars bisa dimulai pada 2054, bahkan mungkin selesai pada 2100, ketika manusia pertama bisa tinggal di sana. Dinamika orbital antara dua planet berarti bahwa Mars dan Bumi berbaris dengan baik setiap 26 bulan, yang merupakan target untuk semua jenis misi luar angkasa di sana. Jika demikian, waktu tempuh antara keduanya paling sedikit enam bulan.

"Kami pikir itu bisa dilakukan dari aspek teknis. Apa yang membutuhkan waktu lebih banyak tentang memastikan bahwa ada cukup kemauan dan asosiasi dalam komunitas internasional, harus berasal dari sektor swasta, sektor publik, lokasi berbeda, budaya berbeda, untuk memastikan bahwa ada keragaman yang terlibat," tutup Muñoz.



Simak Video "Suara Angin yang Terekam dari Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)