Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Wujud Kompleks Perumahan di Planet Mars

Wujud Kompleks Perumahan di Planet Mars


Rachmatunnisa - detikInet

Hunian di Mars
Seperti Inikah Hunian Pertama Manusia di Mars? Foto: ABIBOO studio / SOnet
Jakarta -

Sejumlah negara berlomba menuju ke Mars. CEO SpaceX Elon Musk bahkan sudah terpikir untuk tinggal di Planet Merah tersebut. Kalau membayangkan seperti apa hunian pertama manusia di Mars, bisa jadi seperti yang dirancang oleh perusahaan yang satu ini.

Adalah studio arsitektur bernama ABIBOO bekerja sama dengan tim ahli astrobiologi SONet, merancang konsep habitat manusia di Mars. Pendiri ABIBOO Alfredo MuΓ±oz mengatakan, tim studionya harus melakukan banyak analisis berdasarkan komputasi dan bekerja dengan para ilmuwan untuk mencoba memahami keadaan apa yang akan manusia hadapi di Mars.

"Sumber in-situ dari Mars dapat digunakan untuk membangun konstruksi kota yang disebut NΓΌwa. Keberadaan air adalah salah satu kelebihan Mars. Sumber air membantu mendapatkan material yang baik untuk konstruksi. Pada dasarnya, dengan air dan Co2, kita bisa menghasilkan karbon. Dan dengan karbon, kita bisa menghasilkan baja," urai MuΓ±oz seperti dikutip dari situs Metro.co.uk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hunian di MarsKonsep hunian di Mars. Foto: ABIBOO studio / SONet

ADVERTISEMENT

Para arsitek ABIBOO telah membuat desain berdasarkan penelitian ilmiah terbaru yang diselenggarakan oleh The Mars Society. Menurut MuΓ±oz, pembelajaran yang mereka peroleh dengan mengembangkan kota yang sepenuhnya berkelanjutan di Mars, memberikan begitu banyak pengetahuan, ide, dan wawasan, tentang hal-hal yang dapat dilakukan secara berbeda dengan di Bumi.

Hunian di MarsFoto: ABIBOO studio / SONet

Menurut analisis ABIBOO, pembangunan kota Mars bisa dimulai pada 2054, bahkan mungkin selesai pada 2100, ketika manusia pertama bisa tinggal di sana. Dinamika orbital antara dua planet berarti bahwa Mars dan Bumi berbaris dengan baik setiap 26 bulan, yang merupakan target untuk semua jenis misi luar angkasa di sana. Jika demikian, waktu tempuh antara keduanya paling sedikit enam bulan.

"Kami pikir itu bisa dilakukan dari aspek teknis. Apa yang membutuhkan waktu lebih banyak tentang memastikan bahwa ada cukup kemauan dan asosiasi dalam komunitas internasional, harus berasal dari sektor swasta, sektor publik, lokasi berbeda, budaya berbeda, untuk memastikan bahwa ada keragaman yang terlibat," tutup MuΓ±oz.




(rns/afr)
TAGS







Hide Ads