Mengejutkan, Studi Ungkap Komodo Berasal dari Australia

Mengejutkan, Studi Ungkap Komodo Berasal dari Australia

Tim - detikInet
Jumat, 05 Mar 2021 12:59 WIB
Komodo
Studi Ungkap Komodo Berasal dari Australia Foto: Shutterstock
Jakarta -

Komodo mungkin dikenal sebagai hewan endemik yang hanya ditemukan di Indonesia. Tapi studi terbaru mengungkap reptil raksasa ini dulunya berasal dari Australia.

Dari penemuan fosil sebelumnya, peneliti telah menyimpulkan bahwa komodo berasal dari Australia. Tapi penelitian terbaru yang dilakukan Australian National University (ANU) berhasil menemukan hubungan genetiknya.

Saat masih tinggal di Australia, komodo sempat kawin silang dengan spesies kadal lainnya yaitu nenek moyang biawak tanah. Penulis utama studi Carlos Pavón Vázquez mengatakan ini merupakan bukti kawin silang pertama yang terjadi di biawak liar.

Kedua spesies ini mungkin terpisah oleh lautan karena nenek moyang biawak tanah hanya ditemukan di Australia dan selatan Papua Nugini. Menurut Pavón Vázquez, studi ini berhasil menjelaskan apa yang terjadi sebelum komodo punah di Australia.

"Agar mereka bisa kawin silang mereka harus tinggal bersama untuk beberapa lama di masa lalu," kata Pavón Vázquez, seperti dikutip dari situs resmi ANU, Jumat (5/3/2021).

"Data kami mendukung teori bahwa komodo berasal dari Australia dan kemudian menyeberang ke Indonesia sebelum menjadi punah di sini," sambungnya.

Meski terjadi jutaan tahun yang lalu, efek kawin silang antara komodo dan biawak tanah masih terasa hingga sekarang. Menurut Pavón Vázquez biawak tanah dan komodo memiliki banyak kesamaan dibandingkan apa yang diperkirakan sebelumnya.

Pavón Vázquez mengatakan langkah selanjutnya adalah melihat bagaimana hubungan dekat antara kedua spesies ini memberikan biawak tanah keuntungan evolusi.

Temuan ini dan temuan fosil sebelumnya dari Queensland, Australia juga mengubah apa yang diketahui tentang biologi komodo.

"Sebelumnya diasumsikan bahwa komodo adalah contoh baik dari apa yang para ahli biologi sebut sebagai aturan pulau - dengan hewan yang lebih kecil tumbuh menjadi lebih besar di lingkungan pulau," ucap Pavón Vázquez.

"Tapi temuan kami memberikan bukti yang lebih kuat bahwa komodo sudah berukuran besar ketika masih di Australia," imbuhnya.

Dengan mengetahui lebih banyak tentang biologi komodo, Pavón Vázquez berharap ini akan membantu peneliti untuk melindungi komodo dari ancaman di masa depan, baik itu dari lingkungan atau manusia.



Simak Video "Australia Kejar Target Vaksinasi 70% Warganya Sebelum 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)