Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Cuma Perlu Sekali Suntik, Ini Bedanya

Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Cuma Perlu Sekali Suntik, Ini Bedanya

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 02 Mar 2021 08:17 WIB
1248769314
Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson Cuma Perlu Sekali Suntik, Ini Bedanya. Foto: Pedro Vilela/Getty Images
Jakarta -

Dibandingkan vaksin COVID-19 lainnya, vaksin buatan Johnson & Johnson hanya perlu satu dosis alias cukup sekali suntik. Vaksin ini punya beberapa perbedaan.

Dikutip dari ABC Australia, vaksin COVID-19 buatan Johnson & Johnson sudah disetujui Amerika Serikat (AS) untuk digunakan di negaranya. Ini adalah vaksin ketiga yang disetujui penggunaannya di AS setelah Pfizer dan AstraZeneca.

Vaksin Pfizer memerlukan dua dosis dengan perbedaan pemberian vaksin antara 21 hari. Sementara vaksin COVID-19 buatan Oxford-AstraZenece, memerlukan waktu yang lebih lama antara pemberian dosis pertama dan kedua.

Vaksin lain yang memerlukan dua dosis saat ini adalah Novavax, Moderna, vaksin buatan Rusia Sputnik, dan dua vaksin dari China, Sinovac yang digunakan di Indonesia, dan Sinopharm.

Sebenarnya bukan cuma Johnson & Johnson yang berhasil mengembangkan vaksin dosis satu kali. Vaksin CanSino Biologics yang dikembangkan di China juga hanya memerlukan pemberian satu dosis.

Bedanya dengan vaksin CanSino

Vaksin yang dibuat Johnson & Johnson asal AS menunjukkan hasil yang lebih efektif dibandingkan vaksin satu dosis CanSino buatan China. Badan Pengujian Obat-Obatan AS USFDA menyebutkan, vaksin Johnson & Johnson memberikan perlindungan lebih kuat terhadap penyakit serius, risiko dirawat di rumah sakit, serta kematian.

Dalam uji coba berskala besar yang sudah dilakukan di tiga benua, dosis vaksin satu kali diketahui 85% dapat lebih melindungi dari penyakit serius yang disebabkan oleh COVID-19.

Tingkat perlindungan juga diklaim masih kuat di sejumlah negara yang kedatangan varian baru virus yang penyebarannya lebih cepat, seperti di Afrika Selatan.

Sementara itu, vaksinCanSino punya tingkat efikasi 68,83% dalam mencegah penyakit yang ditimbulkan COVID-19 setelah diberikan dalam masa dua minggu.

Namun berdasarkan data dari percobaan di Pakistan dan di tempat lainnya, menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mencegah infeksi terhadap penyakit serius.

Simak juga video 'FDA Sebut Satu Dosis Vaksin Johnson & Johnson Efektif Cegah Corona':

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya: Perbedaannya dengan vaksin dua dosis