Ilmuwan Sebut COVID-19 Akan jadi Endemik, Apa Artinya?

Setahun Corona

Ilmuwan Sebut COVID-19 Akan jadi Endemik, Apa Artinya?

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 01 Mar 2021 16:50 WIB
Ratusan tenaga pendidik menjalani vaksinasi COVID-19 hari ini. Vaksinasi itu dilakukan agar sekolah bisa memulai belajar tatap muka pada tahun ajaran baru.
Ahli Sebut COVID-19 Akan jadi Endemik, Apa Artinya? Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dalam survei pada Februari lalu yang melibatkan lebih dari 100 ahli imunologi, ahli virologi, dan para peneliti penyakit menular, 90% menyebutkan SARS-COV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, akan menjadi endemik.

Itu artinya, virus ini keberadaannya akan konstan dan/atau prevalensi penyakit atau agen infeksius-nya akan biasa terjadi dalam suatu populasi dalam suatu wilayah geografis tertentu. Artinya wabah ini mengecil dari yang awalnya pandemi di seluruh dunia.

Dikutip dari CNBC, Profesor Erica Ollmann Saphire di La Jolla Institute for Immunology mengatakan, dirinya berpikir COVID-19 akan menjadi bagian permanen dari keberadaan manusia.

Apakah Endemik COVID-19 Akan Lebih Mematikan?

"Jika COVID-19 menjadi endemik, orang-orang akan hidup lebih baik secara keseluruhan, dan tidak sakit karena virus," kata Saphire.

"Ketika virus Corona menyebar di awal pandemi, tidak ada yang kebal terhadapnya. Namun pada akhirnya, ada cukup banyak orang yang akan divaksinasi atau berhasil bertahan, sehingga akan ada cukup pemecah kekebalan yang akan memperlambat penyebaran," sambungnya.

Sementara itu, Dr. Scott Gottlieb yang merupakan mantan komisaris Food and Drug Administration AS mengatakan, seiring orang terus mendapatkan vaksinasi, tingkat infeksi akan turun secara dramatis.

Meski COVID-19 terus menyebar, kemungkinan tidak akan separah di awal. Biasanya, tubuh akan mengembangkan respons imun yang lebih kuat dengan setiap infeksi berikutnya.

"Mungkin Anda tidak akan merasakan sakit sama sekali. Beberapa tahun dari sekarang, kita berharap bahwa cukup banyak orang dewasa yang kebal terhadap COVID-19, sehingga hanya anak-anak yang mendapatkan vaksin," katanya.

Lebih Siap Menghadapinya

Pengujian COVID-19 pun kemungkinan akan menjadi sesuatu yang normal dalam kehidupan sehari. Orang akan menjadi terbiasa dengan tes diagnoastik COVID-19, dan aksesnya pun akan jadi lebih mudah dan lebih murah.

"Saya pikir itu akan menjadi bagian dari budaya kita (bagi dokter) untuk mengatakan, apakah Anda menderita infeksi bakteri? Atau apakah Anda memiliki virus? Apakah itu hanya flu biasa atau virus Corona, atau penyakit lain," ujar Saphire.

Selain itu, suntikan vaksin Corona dosis tunggal secara tahunan juga akan menjadi norma yang akan ditemui, sama halnya dengan vaksin untuk penyakit lain. Jika virus bermutasi, vaksin pun diperbarui untuk menangani variannya.

"Mungkin kita akan menjadi lebih baik dan merancang vaksin dan akan lebih banyak vaksin universal yang akan membantu mencegah infeksi beberapa virus Corona," tutup Saphire.



Simak Video "Tambah 7.300, Kasus Covid-19 Per 21 Februari 2021 Jadi 1.278.653"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)