Terowongan Masa Depan Anti Macet dari Elon Musk

Kendaraan Masa Depan

Terowongan Masa Depan Anti Macet dari Elon Musk

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 28 Feb 2021 08:34 WIB
Boring Company
Terowongan ajaib bebas macet. Foto: Reuters
Jakarta -

Lima tahun lalu, Elon Musk mengaku sering frustrasi dengan lalu lintas di Los Angeles. Hingga suatu hari dia ngetweet sebuah gagasan yang dianggap banyak orang sebagai ide gila.

Sebab bos Tesla dan SpaceX itu berencana membuat terowongan ajaib anti macet. Banyak yang sangsi, bahkan menuding kalau tweet tersebut hanya candaan belaka.

Tapi bukan Musk nama bila tidak melakukan hal yang out of box. Dua tahun dari tweetnya tadi atau tepatnya Desember 2018, Musk mengumumkan proyek terowongan ajaib anti macet.

Dia tak hanya mengumumkan Boring Company, perusahaan barunya yang akan menggarap proyek tersebut. Pria 49 tahun ini memamerkan prototype untuk memperlihatkan kehebatan ide gilanya.

Bahkan kala konferensi pers digelar, Musk sendiri tiba di lokasi acara melalui terowongan prototype itu. Dia menaiki mobil Tesla yang dimodifikasi dan sontak tepuk tangan meriah menyambutnya.

Terowongan yang ada berada di bawah kantor pusat Tesla di wilayah Hawthorne, California, AS, dibuat sepanjang 1,6 kilometer. Pembangunannya menghabiskan biaya USD 10 juta, atau sekitar Rp 144 miliar.

Terowongan Boring CompanyTerowongan Boring Company Foto: Reuters

Lantas bagaimana cara kerjanya? Mobil akan diturunkan ke terowongan dengan lift kemudian dipasangkan pada jalurnya. Mobil itu bisa melaju dengan kecepatan tinggi secara otonom berkat tenaga listrik dan ban khusus.

"Sederhana saja, terowongan ini dapat mengubah mobil normal menjadi kendaraan pasif yang stabil dengan menambahkan roda dengan stabilisasi sehingga dapat melesat di terowongan sempit," kata Musk.

"Kalian bisa berjalan tanpa henti 240 kilometer per jam dan hanya melambat ketika ingin keluar, lalu secara otomatis ditransfer ke terowongan lain," paparnya.

Musk memastikan tak hanya besutan Tesla, mobil listrik dari brand lain pun dapat melintas di dalamnya. Hanya saja harus terlebih dahulu menjalani modifikasi untuk bisa dipasangkan pada rel di dalam terowongan tersebut.

Biaya modifikasi hanya kisaran USD 200 (Rp 2,9 juta) sampai USD 300 (Rp 4,3 juta). Modifikasi tersebut adalah pemasangan semacam ban kecil tambahan yang dikunci pada roda depan mobil. Hal ini berguna untuk membuat mobil sejajar dan tidak menabrak ke samping saat dipasang di rel.

Kian Meluas

Menanggapi proyek tersebut, peneliti transportasi Alon Levy menyebut terowongan ajaib Musk butuh dana yang tidak sedikit. Menurutnya menggali terowongan di bawah kota-kota AS cukup mahal. Jalur kereta bawah tanah Second Avenue New York saja misalnya, menghabiskan biaya USD 2,6 miliar per mil, Sementara biaya per mil untuk sistem kereta bawah tanah lainnya di negara tersebut cenderung berkisar antara USD 200 juta hingga USD 900 juta.

Tetapi perusahaan Musk mengklaim dapat membuat terowongan dengan harga yang jauh lebih murah, sebagian karena jalan raya bawah tanah akan dirancang untuk kendaraan listrik dan dibangun menggunakan peralatan terowongan listrik, sehingga mereka tidak memerlukan ventilasi yang ketat dan mahal seperti terowongan lainnya.

Tiga tahun sudah berlalu setelah diperkenalkan, proyek terowongan ajaib Musk rupanya berjalan. Malah penerapannya makin meluas.

Leg pertama yang dibangun di Las Vegas sudah akan dibuka. Terowongan itu diberi nama Vegas Loop, berbentuk lingkaran dengan jarak 1,6 kilometer.

Terowongan itu menghubungkan convention center, Las Vegas Strip dan bandara. Penumpang akan diangkut dengan mobil otonom Tesla dan akan beroperasi bersama bus umum, taksi dan monorel. Pembangunan terowongan tersebut ditaksir menghabiskan dana sampai USD 35-55 juta.

Di saat bersamaan, The Boring Company tengah menggarap beberapa terowongan di bagian utara AS. Selain itu Musk sudah hampir mencapai kesepakatan dengan pemerintah Miami, Florida untuk membuat terowongan serupa di sana.

Dihitung-hitung, terowongan ajaib bebas macet yang akan dibangun di Miami menelan dana USD 30 juta dan butuh waktu enam bulan penyelesaiannya.

(afr/fay)