Ilmuwan Ini Meneliti Pantat Dinosaurus, Eh Bagaimana?

Ilmuwan Ini Meneliti Pantat Dinosaurus, Eh Bagaimana?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 26 Jan 2021 20:35 WIB
Vinther et al., Current Biology, 2020
Penampakan dubur dinosaurus. Foto: Vinther et al., Current Biology, 2020
Jakarta -

Ilmuwan menjelaskan soal dubur dinosaurus secara mendetail. Ternyata dari sini tersimpan berbagai banyak hal menarik untuk dipelajari lebih lanjut terkait kehidupan dinosaurus.

Para peneliti meluncurkan deskripsi paling rinci tentang kloaka dinosaurus non-unggas. Kloaka adalah lubang yang digunakan untuk buang air kecil, buang kotoran, kawin, dan bertelur.

Ini umum di seluruh kingdom hewan saat ini mulai dari burung, amfibi, reptil, dan bahkan beberapa mamalia memiliki kloaka. Tapi kita hanya tahu sedikit tentang kloaka dinosaurus, termasuk anatomi mereka, seperti apa rupa mereka, dan bagaimana hewan purba tersebut menggunakannya.

"Saya melihat kloaka beberapa tahun lalu setelah kami merekonstruksi pola warna dinosaurus ini menggunakan fosil luar biasa yang dipamerkan di Museum Senckenberg di Jerman yang dengan jelas menjaga pola kulit dan warnanya," jelas ahli paleobiologi Jakob Vinther dari Bristol University di Inggris.

"Butuh waktu lama sebelum kami menyelesaikannya karena tidak ada yang pernah peduli untuk membandingkan bagian luar bukaan kloaka hewan hidup, jadi sebagian besar area itu belum dipetakan," katanya.

Melansir Live Science, Selasa (26/1/2021) tim peneliti kemudian membandingkan kloaka dinosaurus dengan kloaka modern. Spesimen mereka adalah satu-satunya fosil dinosaurus non-unggas yang diketahui memiliki kloaka yang diawetkan. Tetapi karena cara posisi fosil tersebut, anatomi bagian dalam dari lubang ini tidak terawetkan, hanya bagian luar yang terlihat.

"Kami menemukan lubang ini memang terlihat berbeda pada banyak kelompok tetrapoda yang berbeda, tetapi dalam banyak kasus, lubang tidak dapat memberi tahu banyak tentang jenis kelamin hewan," kata ahli anatomi dan sistem reproduksi hewan Diane Kelly dari University of Massachusetts Amherst.

"Ciri-ciri pembeda itu terselip di dalam kloaka, dan sayangnya, mereka tidak terawetkan dalam fosil ini," sambung Kelly.

Meski begitu, anatomi eksterior itu bisa berisi beberapa petunjuk yang cukup menarik tentang seperti apa rupa kloaka dinosaurus, dan bagaimana penggunaannya. Meskipun kloaka dinosaurus tidak seperti hewan modern lainnya yang diketahui, tim tersebut dapat mengidentifikasi beberapa fitur yang sama dengan reptil buaya, seperti aligator dan buaya, serta burung.

Kedua, kloaka memiliki bibir lateral di kedua sisi bukaan, mirip dengan buaya. Tidak seperti buaya, Psittacosaurus mengaturnya dalam bentuk V, sehingga bukaannya bisa berbentuk celah, bisa juga berbentuk bulat, seperti pada burung. Namun, ciri-ciri lain juga mirip dengan buaya. Bibir kloaka ditutupi sisik kecil yang tumpang tindih dan sangat berpigmen dengan melanin.

"Sebagai seorang paleoartis, sungguh luar biasa memiliki kesempatan untuk merekonstruksi salah satu fitur terakhir yang tidak kami ketahui pada dinosaurus," kata ahli paleoartis Robert Nicholls.

Karena hanya satu fosil kloaka yang telah dicatat, tidak dapat informasi untuk mengetahui apakah penampakan tersebut bisa menggambarkan jenis kelamin dinosaurus. Tetapi lobus warna-warni bisa mengisyaratkan kesamaan leluhur antara burung dan dinosaurus non-unggas, catat para peneliti dalam makalah mereka.

Tidak diragukan lagi, kemungkinan ahli paleontologi lain sekarang akan mencari fosil dubur dinosaurus lain untuk mencoba pendalaman informasi dan pemahaman kita tentang kehidupan dinosaurus.



Simak Video "Inikah Wujud Fosil Dinosaurus Terbesar di Bumi?"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)