Kemungkinan Tersisa Peninggalan Dinosaurus di Bulan

Kemungkinan Tersisa Peninggalan Dinosaurus di Bulan

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 25 Jan 2021 09:05 WIB
Bulan Purnama
Kemungkinan Tersisa Peninggalan Dinosaurus di Bulan. Foto: AP
Jakarta -

Kabar yang satu ini cukup aneh dan sulit dipercaya. Kemungkinan besar ada peninggalan dinosaurus di Bulan!

Ya, benar. Dinosaurus mengalahkan kita dalam perjalanan ke Bulan. Enam puluh lima juta tahun sebelum manusia berhasil mendarat di satelit alami Bumi tersebut, dinosaurus sudah lebih dulu mencapai ke sana.

Bagaimana mereka bisa sampai di sana? Dinosaurus diduga menumpang puing-puing asteroid yang memusnahkan mereka, yang terlontar ke luar angkasa.

Telah lama para ahli mempercayai teori tentang tabrakan asteroid yang meluluh-lantahkan kehidupan di Bumi jutaan tahun yang lalu. Nah pada saat itulah pecahan-pecahan asteroid yang cukup besar turut serta membawa dinosaurus ke Bulan.

Narasi tentang tabrakan dahsyat tersebut dituliskan Peter Brannen, seorang jurnalis sains dalam bukunya yang dirilis tahun 2017 berjudul 'The End of the World'. Ia menggambarkan asteroid tersebut memiliki ukuran lebih besar dari Gunung Everest dan menghantam ke atmosfer Bumi 20 kali lebih cepat daripada peluru yang melaju kencang.


Ketika planet seperti Bumi terhantam benda-benda dari luar angkasa, mereka biasanya menyisakan kawah sebagai jejaknya. Hal serupa terjadi juga pada Bulan.

Brannen membahas lebih jauh tentang tabrakan dahsyat tersebut. "Asteroid ini sangat cepat sehingga bisa menempuh jarak dari ketinggian jelajah (altitute) 747 km ke tanah dalam 0,3 detik," papar Brannen seperti dikutip dari Daily Mail.

Dalam buku tersebut terdapat juga komentar yang cukup kontroversial dari ahli geofisika Mario Rebolledo dari Centro de Investigación Científica de Yucatán. Ia mengatakan bahwa saat terjadi tabrakan, atmosfer Bumi berlubang dan kemungkinan ada beberapa isi Bumi yang terlempar ke luar angkasa.

"Saat asteroid bertabrakan dengan Bumi, batu itu melubangi atmosfer Bumi. Ada beberapa volume Bumi yang cukup besar terlempar ke orbit beberapa saat setelah tumbukan terjadi," urai Brannen merujuk pada analisis Rebolledo.

Melalui lubang atmosfer tersebut, Rebolledo mengklaim bahwa cukup banyak serpihan relik dan fosil dinosaurus terhisap ke luar angkasa dan terdampar di Bulan.

Meski tidak ada bukti yang mendukung klaim dalam buku tersebut, namun para ilmuwan cukup bersepakat dengan tesis mengenai tabrakan asteroid yang mengakhiri zaman dinosaurus di Bumi.

Asteroid itu meninggalkan kawah selebar 120 mil (193 km) di lokasi jatuhnya, menguapkan batu serta mengirimkan miliaran ton belerang dan karbon dioksida ke langit zaman prasejarah.

Konon, semua makhluk hidup dalam jarak ratusan kilometer dari lokasi tumbukan tersebut akan terbakar dalam beberapa menit. Itu pula yang menyebabkan 75% spesies di Bumi termasuk dinosaurus mati, karena tidak kuat dengan hujan asam yang menyelimuti kala itu.



Simak Video "Viral Dinosaurus Ngamuk, Wisata Ini 'Banjir' Pengunjung 4x Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)