Amerika Ragukan Klaim Lab Wuhan Bebas Corona

Amerika Ragukan Klaim Lab Wuhan Bebas Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 25 Jan 2021 16:41 WIB
Wuhan Instititure of Virology
Foto: Periset di Wuhan Instititure of Virology
Jakarta -

Amerika Serikat dan China sedang bersitegang di saat penyelidikan asal muasal virus Corona tengah dilakukan. Sebelum berhenti dari posisi Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo melontarkan kecurigaan tentang laboratorium Wuhan Institute of Virology (WIV).

Pernyataan Pompeo ini, yang kemudian menjadi pengumuman resmi Kementerian Luar Negeri AS, telah membuat China meradang. Pompeo mendorong WHO menekan China agar lebih transparan, terlebih ia menyebut ada bukti karyawan WIV sakit dengan gejala mirip COVID-19 sebelum Corona mewabah di Wuhan.

"Pemerintah AS punya alasan untuk percaya bahwa beberapa periset di dalam WIV menjadi sakit di musim gugur 2019, sebelum kasus pertama wabah teridentifikasi, dengan gejala-gejala yang konsisten baik untuk COVID-18 atau penyakit flu musiman," sebut Pompeo.

"Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang klaim publik periset senior WIV Shi Zhengli bahwa tidak ada infeksi SARS-CoV-2 dan virus SARS terkait di antara staff dan siswa WIV," imbuhnya seperti dikutip detikINET dari Newsweek, Senin (25/1/2021).

Shi Zhengli selaku Direktur Center for Emerging Infectious Diseases di Wuhan Institute of Virology (WIV) memang jadi salah satu sosok yang membantah lab Wuhan membuat atau membocorkan virus Corona karena tak ada buktinya.

Di pertengahan tahun 2020, ia pernah menyebut semua karyawan WIV dipastikan bebas virus Corona. "Tiap tahun, fasilitas dan peralatan lab harus dites oleh institusi pihak ketiga yang diizinkan pemerintah. Hanya setelah lulus tes itu laboratorium bisa terus beroperasi. Keamanan tinggi laboratorium di institut kami beroperasi dengan stabil," cetus Zhengli.

"Sampai saat ini, tidak ada kebocoran patogen atau kecelakaan yang membuat personel terinfeksi terjadi. Baru-baru ini, kami menguji semua staff di lab dan tak ada seorang pun yang terinfeksi oleh SARS-CoV atau SARS-CoV-2," paparnya.

"Sampai saat ini, semua staff dan mahasiswa di institut kami (statusnya) zero infection," tegas Zhengli pada saat itu. Pernyataan tersebut yang sepertinya sekarang dipermasalahkan Pompeo.

Pemerintah China sendiri menepis tudingan Pompeo. Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menyinggung teori konspirasi bahwa virus Corona berasal dari laboratorium di Amerika Serikat.

"Saya ingin menekankan jika AS sungguh menghormati fakta, mereka harus membuka lab biologi di Fort Detrick, memberi lebih banyak transparansi pada isu seperti 200 lab biologi di luar negeri, mengundang WHO melacak asal virus Corona di AS dan menanggapi kecemasan komunitas internasional dengan aksi nyata," kata Hua.



Simak Video "Rekor Lagi! Kasus Positif Corona RI Tambah 14.518"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)