Parasut Pesawat untuk Cegah Kecelakaan, Apa Mungkin Diterapkan?

Parasut Pesawat untuk Cegah Kecelakaan, Apa Mungkin Diterapkan?

ADVERTISEMENT

Parasut Pesawat untuk Cegah Kecelakaan, Apa Mungkin Diterapkan?

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 10 Jan 2021 08:55 WIB
parasut pesawat
Parasut Pesawat untuk Cegah Kecelakaan, Apa Mungkin Diterapkan? Foto: BBC
Jakarta -

Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 kembali mengingatkan publik akan keselamatan penerbangan, termasuk berbagai teknologi yang berpotensi sebagai lapisan keamanan tambahannya. Salah satunya, ide parasut untuk pesawat, apakah mungkin diterapkan?

John Farese, seorang pengacara di AS dengan pengalaman 42 tahun menerbangkan pesawat Cessna 182 1978 miliknya, pernah terselamatkan dari kecelakaan berkat teknologi sederhana namun pintar, parasut di pesawatnya.


Jenis parasut ini banyak ditemukan pada pesawat ringan. Beberapa produsen dan engineer pesawat berpendapat bahwa jika mereka dipasang di pesawat komersial, nyawa ratusan orang dapat diselamatkan dalam keadaan darurat di udara. Jadi mengapa perusahaan pesawat tidak menerapkan ide ini untuk semua pesawat? Nyatanya, tidak semudah itu."Saya pikir saya sudah mati saat itu. Yang menyelamatkan nyawa saya adalah parasut yang mampu membawa seluruh pesawat, itu cukup memperlambat penurunannya," kenang Farese. Seperti dikutip dari BBC, dia selamat dengan punggung terkilir.

Mengambil risiko

Pada pesawat kecil seperti yang diproduksi oleh Cessna atau Cirrus, parasut disimpan di dalam badan pesawat, baik di jok belakang atau di bagian tengah sayap, di atas kokpit. Dalam keadaan darurat, pilot harus menarik pegangan di langit-langit pesawat.

Pesawat juga dilengkapi dengan fitur lain yang membantu meredam saat jatuh, seperti aluminium yang dapat dihancurkan, dan roda pendaratan yang dirancang untuk keruntuhan terkendali selama pendaratan darurat.

Salah satu produsen utama saluran seluruh pesawat adalah Ballistic Recovery Systems (BRS), yang berbasis di Miami, Florida. Sang pendiri, Boris Popov membuat pesawat yang dilengkapi parasut dengan kapasitas terbesarnya untuk lima orang.

Popov berencana memasang parasut di pesawat dengan kapasitas hingga 20 penumpang. Dia percaya bahwa pada prinsipnya, kita dapat memasangnya di pesawat yang jauh lebih besar, bahkan mungkin pesawat penumpang yang besar.

"Tidak ada keraguan bahwa pesawat komersial besar di masa depan akan dilengkapi dengan semacam sistem pemulihan parasut," yakinnya.

Namun apakah ini prospek yang realistis? Nyatanya banyak yang skeptis, dengan alasan mulai dari potensi besar teknologi yang dibutuhkan hingga kurangnya permintaan.

Selanjutnya: Memakan kapasitas muatan pesawat secara signifikan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT