Prediksi 2021: Ada Kemajuan Vaksin Corona, Kanker dan HIV

Prediksi 2021: Ada Kemajuan Vaksin Corona, Kanker dan HIV

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 25 Des 2020 09:38 WIB
STD Blood Tests
Ilustrasi pengobatan HIV. Foto: thinkstock
Jakarta -

Tahun 2021 ditunggu menjadi tahun pencerah dari masalah COVID-19. Distribusi vaksin corona diharapkan menjadi pemecah masalah yang disebabkan oleh virus Sars-Cov-2. Diprediksi, 2021 juga akan membawa kemajuan di bidang kesehatan lainnya.

Dikutip dari Fred Hutch, berikut ini adalah prediksi di tahun 2021 oleh para ilmuwan:

1. Vaksin corona

Parth Shah, seorang apoteker dan ilmuwan di Hutchinson Institute for Cancer Outcomes Research memprediksi bahwa masyarakat yang awalnya ragu-ragu akan semakin bersedia untuk mendapatkan vaksin di tahun 2021.

"Ada banyak 'wait and see' yang terjadi; Orang-orang menunggu untuk melihat apa yang akan ditampilkan data: Apakah vaksin itu seefektif yang dikatakan orang? Apakah kita melihat efek samping aneh yang tidak dilaporkan dalam uji coba?" kata Shah.

Karena semakin banyak garda depan dan pekerja perawatan kesehatan yang mendapatkan vaksinasi, itu akan membangun kepercayaan terhadap manfaat vaksin ini kepada masyarakat umum.

Tetapi beberapa orang masih akan menolak untuk divaksinasi, seringkali dipicu oleh informasi yang salah yang mereka dapatkan dari jejaring sosial juga situs web yang menjajakan konspirasi. Dan, sayangnya, Shah memperkirakan itu akan terus ada di tahun 2021 dan seterusnya.

"Teori konspirasi dan misinformasi tidak akan hilang," ucapnya.


2. Kemajuan melawan HIV

Penelitian vaksin pandemik tahun lalu, sekalipun mengerikan, dapat membuat upaya lebih cepat untuk menemukan cara memblokir penyakit virus lainnya.

"Ada potensi untuk mempercepat proses pembuatan vaksin, melakukan uji klinis, memperoleh hasil khasiat dan distribusi vaksin," tutur Dr Julie McElrath, senior vice president and director of the Hutch's Vaccine.

Corey, yang telah memimpin uji coba pencegahan HIV selama beberapa dekade, memprediksi beberapa berita menggembirakan pada tahun 2021 di bidang itu. Corey juga memprediksi peluncuran obat antivirus yang dapat disuntikkan seperti cabotegravir yang memblokir penularan HIV.

Dia turut memperkirakan kemajuan dalam penggunaan kombinasi antibodi monoklonal untuk pengobatan dan pencegahan HIV.

"Butuh beberapa tahun lagi untuk mendapatkan izin, tetapi fokus penelitian pada monoklon akan meningkat," katanya.


3. Pengobatan untuk pasien kanker

Dr. Andrew Cowan, yang berspesialisasi dalam penelitian dan pengobatan multiple myeloma, mengantisipasi persetujuan FDA pertama untuk imunoterapi untuk kanker ini pada tahun 2021.

Multiple myeloma sebagian besar tidak dapat disembuhkan, dan terapi berbasis kekebalan yang ditargetkan menjadi angin surga untuk pengobatan penyakit tersebut.

Cowan juga berharap tahun baru akan membawa akses perawatan yang lebih baik kepada pasien kanker. Analisis yang dipresentasikannya pada pertemuan tahunan American Society of Hematology dengan rekan di HICOR menunjukkan bahwa beberapa pasien myeloma memiliki hasil yang lebih baik saat dirawat di Alberta, Kanada, dibandingkan dengan orang di Western Washington dalam database SEER-Medicare dari 2007-2013.

"Terapi baru untuk multiple myeloma memberi saya harapan bahwa suatu saat kita akan dapat menyembuhkan penyakit ini," harap Cowan.

"Tapi kami masih perlu mengerjakan kebijakan perawatan kesehatan yang memungkinkan pasien menerima perawatan terbaik, di mana pun mereka tinggal," sambungnya.



Simak Video "Alasan Kemenkes Pilih Kaum Muda Jadi Prioritas Vaksinasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)