Anggrek Terjelek di Dunia Jadi Maskot 2020

Anggrek Terjelek di Dunia Jadi Maskot 2020

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 19 Des 2020 16:05 WIB
spesies langka
Gastrodia agnicellus, anggrek terjelek di dunia jadi maskot 2020. Foto: IFL Science
Jakarta -

Royal Botanic Gardens di Kew, Inggris pekan ini mengumumkan daftar spesies baru untuk tahun 2020. Salah satunya, jenis anggrek yang dijuluki "terjelek di dunia."

Dikutip dari IFL Science, anggrek terjelek di dunia ini ada dalam daftar 156 tanaman baru yang ditemukan di Royal Botanic Garden. Tanaman yang punya nama ilmiah Gastrodia agnicellus tersebut, berasal dari taman nasional di Madagaskar dan bergabung dengan spesies anggrek baru yang dideskripsikan, yang menyusun sepertiga dari daftar spesies di Kew.

Gastrodia agnicellus dianggap bersejarah dan menjadi maskot yang sempurna untuk tahun 2020 yang dilanda situasi penuh keprihatinan karena pandemi. Bunga ini terkenal karena aromanya yang seperti mawar. Selain itu, anggrek ini hampir sepanjang tahun bersembunyi di bawah tanah hutan yang lembap.

Ketika tiba waktunya untuk bersinar, Gastrodia agnicellusia muncul untuk menghasilkan bunga-bunga kecil berwarna hijau kecoklatan, berdaging yang terlihat seperti mulut yang berteriak.

Sebanyak 156 tumbuhan baru yang dinamai oleh tim ilmuwan di Kew ini datang dari tempat-tempat yang jauh dan luas, termasuk Afrika, Asia, dan Amerika.

Selain Gastrodia agnicellu, catatan penting lainnya dari laporan temuan ini adalah spesies jamur baru bernama Cortinarius heatherae, ditemukan di sekitar bandara Heathrow, London. Spesies ini ditemukan oleh ahli mikologi Andy Overall di sepanjang sungai di perbatasan bandara dan dianggap sebagai jamur pendukung untuk pohon beech, birch, dan oak.

spesies langkaSpesies jamur langka Cortinarius heatherae. Foto: IFL Science

Banyak dari spesies baru ini berkontribusi membantu manusia dan juga planet ini, karena mereka dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat atau berkontribusi pada pengembangan obat-obatan, atau bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Beberapa dari mereka ada juga yang terancam punah akibat degradasi habitat. Namun, penelitian ini adalah langkah pertama yang positif, karena mendokumentasikan dan mempelajari spesies tumbuhan tersebut membuat kita berupaya melindungi masa depan mereka.

"Di tahun yang menantang dan sulit, sangat mendebarkan melihat ilmu botani dan mikologi berlanjut, dengan daftar spesies baru yang luar biasa didokumentasikan dengan kolaborator kami di seluruh dunia," kata Dr. Martin Cheek, ahli botani di Kew.

"Di antara daftar ini ada beberapa penemuan baru yang menakjubkan untuk sains, masing-masing dengan kualitas unik dan potensi kemanusiaannya sendiri. Namun, kenyataan suram yang kita hadapi tidak dapat diremehkan, karena dua dari lima spesies itu terancam punah. Ini adalah perlombaan melawan waktu untuk menemukan, mengidentifikasi, memberi nama, dan melestarikan tumbuhan sebelum mereka menghilang," tutupnya.



Simak Video "TNI Siapkan Satuan Anti-Serangan Biologi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)