Virgin Galactic Gagal Uji Terbang Wisata Luar Angkasa

Virgin Galactic Gagal Uji Terbang Wisata Luar Angkasa

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 14 Des 2020 11:23 WIB
Pesawat Luar Angkasa Virgin Galactic
Virgin Galactic Gagal Uji Terbang Wisata Luar Angkasa. Foto: dok. Virgin Galactic
Jakarta -

Uji coba pertama penerbangan wisata luar angkasa Virgin Galactic tidak berjalan mulus. Pesawat SpaceShipTwo Unity yang diluncurkan dari Spaceport America di New Mexico gagal mencapai batas ruang angkasa.

Penerbangan uji coba yang berlangsung pada Sabtu (13/12) itu dimaksudkan sebagai uji coba kendaraan yang nantinya akan membawa wisatawan antariksa pertama pada penerbangan antariksa sub-orbital.

Dikutip dari Digital Trends, pesawat itu dibawa ke ketinggian oleh pesawat kargo quadjet WhiteKnightTwo dan diluncurkan sesuai rencana. Kemudian, para saksi melaporkan bahwa mesin SpaceShipTwo Unity menyala sesaat sebelum akhirnya mati.

Untungnya, pilot dapat mengendalikan kendaraan dan mendarat dengan selamat sehingga tidak ada yang terluka. Video pengujian ini direkam oleh NASASpaceflight.

[Gambas:Youtube]


"Urutan pengapian untuk motor roket tidak lengkap. Kendaraan dan kru dalam kondisi sangat baik. Kami memiliki beberapa motor yang berstatus siap di Spaceport America. Kami akan mengecek ulang kendaraan dan segera kembali terbang," demikian pernyataan Virgin Galactic.

Virgin Galactic saat sedang melakukan evaluasi data dari uji terbang dan mencari penyebab masalah tersebut, yaitu terkait hilangnya komunikasi komputer.

"Penerbangan kami hari ini tidak mencapai luar angkasa seperti yang telah direncanakan. Setelah dilepaskan dari kapal induknya, komputer onboard SpaceShipTwo Unity yang memantau motor roket kehilangan koneksi. Seperti yang dirancang, ini memicu skenario gagal-aman yang dengan sengaja menghentikan penyalaan motor roket," kata CEO Virgin Galactic Michael Colglazier.

Masalah ini adalah bagian dari pengujian, tetapi masih harus dilihat bagaimana wisatawan luar angkasa toleran terhadap risiko semacam ini. Sejauh ini ratusan pelanggan telah membayar untuk bisa melakukan wisata luar angkasa. Namun terjadi serangkaian penundaan dalam pengujian dan peluncurannya karena dampak dari pandemi virus Corona.

(rns/rns)