Proses Pembentukan Matahari Akhirnya Terungkap

Proses Pembentukan Matahari Akhirnya Terungkap

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 27 Nov 2020 05:41 WIB
lansekap matahari terbenam selalu menjadi pemandangan yang mempesona dengan warna oranye keemasaan. Di tengah Pandemi, sunset tetap tidak kehilangan pesonanya.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Temuan baru mengungkapkan komposisi yang membentuk Matahari. Ilmuwan mendeteksi neutrino yang terbentuk selama proses yang sebagian besar misterius di Matahari, dan mereka menyebutnya sebagai terobosan besar.

Penemuan ini dapat membantu mengungkap struktur Matahari kita dan unsur-unsur di dalam intinya. Tak hanya itu, pengetahuan baru ini juga memungkinkan kita untuk lebih memahami fenomena lain di seluruh alam semesta, seperti supernova atau yang terjadi di bagian dalam bintang yang jauh.

Pendeteksian ini dilakukan menggunakan Borexino Collaboration, eksperimen fisika tentang partikel besar yang berlokasi di Italia dan dikerjakan oleh para peneliti dari seluruh dunia. Cara ini bertujuan untuk lebih memahami proses yang memberi daya pada Matahari, serta bintang lain. Dikutip dari The Independent, Jumat (27/11/2020) para ahli menilai hasil penelitian ini melampaui tonggak sejarah dalam fisika neutrino.

"Pengukuran neutrino ini berpotensi untuk menyelesaikan ketidakpastian tentang komposisi inti surya, dan membuka wawasan penting tentang pembentukan bintang berat," tulis Gabriel D Orebi Gann dari University of California, Berkeley, dalam artikel yang menyertai publikasi penelitian ini di publikasi ilmiah Nature.

"Pencapaian luar biasa oleh Borexino Collaboration membawa kita lebih dekat ke pemahaman lengkap tentang Matahari kita dan pembentukan bintang-bintang masif, serta kemungkinan untuk menentukan tujuan di bidang ini untuk tahun-tahun mendatang," sambungnya.

Pembentukan Matahari

Untuk diketahui, bintang bersinar dari fusi nuklir hidrogen menjadi helium. Proses ini bisa terjadi dalam dua cara. Pertama, melalui proses proton-proton chain (pp chain) yang hanya melibatkan hidrogen dan helium. Kedua, melalui siklus carbon-nitrogen-oxygen (siklus CNO) di mana fusi dikatalisis oleh karbon, nitrogen, dan oksigen.

Pada Matahari kita sendiri dan bintang-bintang lain dengan ukuran yang sama, pp chain menyumbang sekitar 99% energi. Para peneliti telah mempelajarinya secara ekstensif sejak awal 1970-an, dan eksperimen Borexino telah membantu berkontribusi pada pemahaman komprehensif tentang proses yang mengaturnya.

Namun siklus CNO yang mewakili minoritas kecil tapi penting dari produksi energi, telah terbukti hampir seluruhnya mengelak. Sejumlah kecil neutrino yang berasal dari mekanisme tersebut membuat mereka sulit untuk dipisahkan dari sinyal di latar belakang sekitarnya.

Kini, para peneliti mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi neutrino yang berasal dari proses itu. Karena detektor Borexino sensitif dan sangat selaras sehingga dapat memblokir kebisingan di latar belakang sekitarnya, ia mampu secara khusus mengambil neutrino tersebut yang hingga sekarang masih tetap misterius.

Ini adalah pertama kalinya para peneliti dapat mengambil neutrino tersebut, atau bukti langsung untuk siklus CNO dalam bentuk apa pun. Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya umat manusia melihat bukti mekanisme yang mengubah hidrogen menjadi helium di seluruh alam semesta.



Simak Video "Melihat Fenomena Halo Matahari di Langit Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)