Vaksin Corona Pfizer Diklaim Ampuh Tapi Jangan Senang Dulu

Vaksin Corona Pfizer Diklaim Ampuh Tapi Jangan Senang Dulu

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 11 Nov 2020 22:00 WIB
Inggris Pesan Jutaan Vaksin Corona Eksperimental BioNTech dan Pfizer
Ilustrasi vaksin Corona. Foto: DW (News)
Jakarta -

Vaksin Corona buatan Pfizer yang bekerja sama dengan BioNTech, diklaim manjur dengan efektivitas 90% dalam menangkal virus Corona. Hal itu memang kabar yang menggembirakan, tapi diharapkan jangan terlalu senang secara berlebihan.

Klaim tersebut masih perlu dibuktikan lagi dan juga, vaksin Corona Pfizer belum disetujui untuk diberikan secara massal. Beberapa ilmuwan menyebut masih ada beberapa data yang belum diketahui, misalnya demografi relawan yang diuji atau apakah vaksin itu dapat melawan virus Corona jenis yang lebih berbahaya.

"Sebagai seorang ilmuwan, Anda tentu ingin melihat data aktual dari uji klinis itu untuk benar-benar mengetahui intrepretasi sebenarnya dari hasil tersebut," ucap Aliasger K Salem, ilmuwan farmasi dari University of Iowa.

Warga pun diminta tetap menjaga diri sampai vaksin Corona Pfizer ataupun yang lainnya benar-benar tersedia untuk publik, di mana produksi dan distribusinya penuh tantangan. Memakai masker dan menjaga jarak tampaknya masih harus dilakukan dalam waktu sampai berbulan-bulan mendatang.

"Hasilnya memang menggembirakan. Perlindungan 90% dari vaksin generasi pertama itu bagus. Jika begitu memang akan fantastis, tapi masih dini. Biasanya yang terjadi pada vaksin pertama adalah ada ketidaksempurnaan dan kita belajar sambil jalan," ucap Michel Kinch, direktur Centers for Research Innovation in Biotechnology & Drug Discovery.

Belum lagi untuk mencapai sebagian besar populasi prosesnya tidak bisa instan. Di AS sendiri, distribusi luas vaksin Corona mungkin baru akan tercapai di akhir paruh kedua tahun depan. Masalah lain bisa pula muncul, contohnya ada sebagian orang yang tidak mau diberi vaksin Corona.

Di sisi lain, seperti dikutip detikINET dari Boston Globe, belum dijelaskan pula seberapa lama perlindungan vaksin Corona akan bertahan. Itulah mengapa kewaspadaan tetap diperlukan.

"Kita tidak tahu seberapa lama efek vaksin Corona berakhir. Saya pikir kita tidak bisa berhenti memakai masker setidaknya setahun lagi. Juga butuh waktu lama untuk memberikan vaksin pada mayoritas populasi," kata Tashima dari Miriam Hospital.



Simak Video "WHO Restui Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech untuk COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)