NASA Memastikan Ada Air di Bulan

NASA Memastikan Ada Air di Bulan

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 27 Okt 2020 13:48 WIB
Bulan Purnama
Ilustrasi Bulan. Foto: AP
Jakarta -

Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) milik NASA mengonfirmasi bahwa untuk pertama kalinya, ditemukan kandungan air di permukaan Bulan yang diterangi Matahari.

Penemuan ini menunjukkan bahwa air dapat didistribusikan ke seluruh permukaan bulan, dan tidak terbatas pada tempat-tempat yang dingin dan tertutup bayangan Bulan. Informasi ini sebelumnya dibocorkan sebagai penemuan NASA yang penting saat ini terkait misi penjelajahan antariksa. Semua pihak pun menunggu pengumuman NASA ini.

Banyak pihak menduga ini terkait rencana NASA bikin markas di Bulan. Penemuan soal air ini menjadi kabar penting untuk mewujudkan rencana NASA itu.

Dalam penelitian yang diterbitkan di publikasi ilmiah Nature Astronomy, NASA menjelaskan bahwa SOFIA telah mendeteksi molekul air (H2O) di Kawah Clavius, salah satu kawah terbesar yang terlihat dari Bumi, yang terletak di belahan selatan Bulan.

Pengamatan sebelumnya terhadap permukaan Bulan, mendeteksi beberapa bentuk hidrogen, tetapi tidak dapat membedakan antara air dan kerabat dekatnya, hidroksil (OH).

Data dari lokasi ini mengungkapkan air dalam konsentrasi 100 hingga 412 bagian per juta, kira-kira setara dengan sebotol air berukuran 12 ons. Air ini terperangkap dalam satu meter kubik tanah yang tersebar di permukaan Bulan.

"Kami memiliki indikasi bahwa H2O, air yang kita kenal, mungkin ada di sisi Bulan yang diterangi Matahari," kata Paul Hertz, Director Astrophysics Division di Science Mission Directorate NASA, seperti dikutip dari website NASA.

"Sekarang kami tahu itu ada di sana. Penemuan ini menantang pemahaman kita tentang permukaan Bulan dan menimbulkan pertanyaan menarik tentang sumber daya yang relevan untuk eksplorasi ruang angkasa yang lebih dalam," sambungnya.

Sebagai perbandingan, gurun Sahara memiliki jumlah air 100 kali lipat dari yang dideteksi SOFIA di tanah Bulan. Meski jumlahnya kecil, penemuan ini menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana air dibuat dan bagaimana ia bertahan di permukaan Bulan yang keras dan tidak berudara.

Air adalah sumber daya yang berharga di luar angkasa dan bahan utama kehidupan seperti yang kita kenal. Apakah air yang ditemukan SOFIA mudah diakses untuk digunakan sebagai sumber daya? Perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Di bawah program Artemis NASA, badan tersebut sangat ingin mempelajari semua tentang keberadaan air di Bulan sebelum mengirim astronaut wanita pertama ke permukaan Bulan pada tahun 2024, dan membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di sana pada akhir dekade.

[Gambas:Youtube]



(rns/rns)