Penjelasan Ilmiah Soal Donald Trump yang Mengaku Kebal Corona

Penjelasan Ilmiah Soal Donald Trump yang Mengaku Kebal Corona

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 14 Okt 2020 20:15 WIB
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita demo penolakan Omnibus Law yang disahkan DPR hingga Donald Trump kembali ke gedung putih.
Donald Trump membuka maskernya. Foto: AP Photo
Jakarta -

Lagi-lagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial. Minggu lalu, lewat Twitter dia mengaku-ngaku dirinya kini kebal terhadap virus Corona. Twitter pun memberi peringatan keras bahwa tweet tersebut berisi informasi menyesatkan.

Adakah bukti bahwa Trump kebal terhadap virus Corona? Bahkan jika iya, apakah dia masih bisa menularkan? Berikut ini beberapa penjelasannya secara ilmiah, seperti dikutip dari Inquirer, Rabu (14/10/2020).

Definisi ilmiah dari 'kekebalan'

Artinya, sistem kekebalan tubuh kita menghasilkan protein yang disebut antibodi untuk melawan penyakit tertentu. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kekebalan alami dapat diperoleh dengan terkena penyakitnya atau melalui vaksinasi. Untuk vaksin COVID-19 sendiri, saat ini masih dalam pengembangan.

Bagaimana Trump tahu dia kebal?

Trump tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim terkait kekebalannya, demikian juga dokter di Gedung Putih, Sean P Conley.

Sejak Trump mengungkapkan dirinya positif COVID-19 pada 2 Oktober, para ahli mencoba mengurai perilakunya dan sejumlah informasi terbatas yang dirilis Gedung Putih untuk menilai tingkat keparahan penyakitnya dan apakah dia telah pulih.

Trump hanya menghabiskan tiga malam dirawat di Walter Reed National Military Medical Center. Di antara obat-obatan yang diberikan kepada Trump, antara lain ada antibodi monoklonal eksperimental dan steroid yang biasanya digunakan untuk kasus-kasus yang parah.

Selanjutnya: Bahkan jika Trump kebal, apakah masih bisa menular?