Studi Sebut Ada Kemungkinan Terkena COVID-19 Dua Kali

ADVERTISEMENT

Studi Sebut Ada Kemungkinan Terkena COVID-19 Dua Kali

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 03 Okt 2020 09:37 WIB
Rapid test
Ilustrasi tes COVID-19. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Para peneliti di Hong Kong mengatakan bahwa seseorang dapat terinfeksi COVID-19 dua kali. Namun, tidak perlu panik mengenai kabar tersebut.

Sebelumnya, sejumlah akun di media sosial mengaku mereka terkena infeksi Sars-CoV-2 dua kali. Tetapi para ilmuwan skeptis tentang kemungkinan itu, dengan mengatakan tidak ada bukti itu terjadi.

Bukti baru kemudian datang dari seorang pria berusia 33 tahun di Hong Kong yang pertama kali terjangkit COVID-19 pada Maret lalu. Dia diuji untuk virus corona setelah dia mengalami batuk, sakit tenggorokan, demam, dan sakit kepala selama 3 hari. Dia tinggal di rumah sakit sampai dia dua kali dinyatakan negatif untuk virus pada pertengahan April.

Pada 15 Agustus, pria itu kembali ke Hong Kong dari perjalanannya ke Spanyol dan Inggris. Di bandara, dia diperiksa untuk COVID-19 menggunakan tes yang memeriksa air liur untuk virus. Dia dinyatakan positif, tetapi kali ini, tidak ada gejala.

Dia pun dibawa ke rumah sakit untuk pemantauan. Viral load-nya (jumlah virus yang ada di tubuhnya) turun seiring waktu, menunjukkan bahwa sistem kekebalannya menangani intrusi dengan sendirinya. Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menanggapi kasus tersebut.

"Apa yang kami pelajari tentang infeksi adalah orang-orang mengembangkan kekebalan. Yang belum sepenuhnya jelas adalah seberapa kuat respons imun itu dan berapa lama respons imun itu bertahan," kata Maria Van Kerkhove, PhD, ahli epidemiologi penyakit menular dari WHO di Jenewa, Swiss.

Sebuah studi tentang kasus pria tersebut akan dipublikasikan di jurnal Clinical Infectious Diseases. Para ahli mengatakan bahwa temuan tersebut seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran, tetapi memiliki implikasi penting bagi pengembangan kekebalan dan upaya untuk menghasilkan vaksin dan perawatan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mempelajari apakah ini kasus langka atau sesuatu yang sering terjadi.



Simak Video "Studi Terbaru Ungkap Perkiraan Jumlah Semut di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT