Temuan Ribuan Gigi Dinosaurus Ungkap Keberadaan Monster Sungai

Temuan Ribuan Gigi Dinosaurus Ungkap Keberadaan Monster Sungai

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 29 Sep 2020 12:16 WIB
Fosil dinosaurus
Rekonstruksi artistik dari deskripsi fosil Spinosaurus. Foto: Gustavo Monroy - Becerril
Jakarta -

Penemuan lebih dari seribu fosil gigi di dasar sungai prasejarah membuat rasa penasaran kita tentang dinosaurus makin menjadi. Pernah ada yang namanya monster sungai di tempat itu.

Sejauh ini, ahli paleontologi umumnya menganggap kelompok reptil yang telah punah ini hanya hidup di darat. Tapi ternyata, seperti dikutip dari Science Alert, ada satu spesies besar yang tinggal di air.

Spesies ini, Spinosaurus aegyptiacus, dengan ekornya yang seperti sirip raksasa, telah menyebabkan gelombang besar semasa hidupnya. Beberapa ilmuwan yakin, dinosaurus ini adalah perenang, dan merupakan contoh pertama makhluk perenang yang diketahui di antara dinosaurus. Ratusan gigi makhluk ini, hampir setengah dari hasil tangkapan besar, ditemukan di Maroko.

"Dari penelitian ini kami dapat memastikan lokasi tersebut sebagai tempat di mana dinosaurus raksasa ini tidak hanya hidup tetapi juga mati," kata ahli paleobiologi David Martill dari University of Portsmouth, seperti dilansir Selasa (29/9/2020).

"Hasilnya sepenuhnya konsisten dengan dugaan tentang keberadaan 'monster sungai' yang benar-benar tinggal di air," sambungnya.

Temuan gigi dalam jumlah besar ini merupakan milik dinosaurus dan beberapa hewan air. Dari 1.200 fosil yang ditemukan, para peneliti menemukan bahwa hampir setengahnya milik Spinosaurus. Menurut mereka, banyaknya gigi spinosaurus di lokasi dasar sungai adalah cerminan dari gaya hidup akuatik mereka.

Fosil dinosaurusTemuan gigi Spinosaurus. Foto: Gustavo Monroy - Becerril

"Hewan yang sebagian besar hidupnya di air lebih mungkin berkontribusi meninggalkan gigi mereka ke endapan sungai ketimbang dinosaurus yang mungkin hanya mengunjungi sungai untuk minum dan makan di sepanjang tepiannya," tulis mereka.

Pada 2014, ahli paleontologi Nizar Ibrahim pertama kali membuat studi untuk Spinosaurus semi-akuatik. Peneliti lain yang meneliti fosil tersebut tidak setuju, dengan alasan bahwa dinosaurus itu paling hanya mengapung, terdorong ke air karena lapar akan ikan, dan kerangkanya tidak bisa tenggelam.

Kemudian, awal tahun ini, Ibrahim dan rekan-rekannya menemukan fosil ekor Spinosaurus yang oleh beberapa ilmuwan disebut sebagai 'pendobrak' penelitian mengenai makhluk di sungai ini. Penemuan fosil ini menguatkan gagasan bahwa predator raksasa ini menghabiskan setidaknya beberapa waktu berenang di air.

Penemuan baru di Maroko ini membuat Ibrahim dan timnya berpendapat bahwa Spinosaurus bukan hanya semi-akuatik, tetapi juga sebagian besar akuatik dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di air. Gigi spinosaurus memiliki ciri-ciri khusus yang mudah dikenali, sehingga memungkinkan para peneliti fokus menelitinya.

Para penulis mengakui bahwa gigi ini mungkin menandai sekawanan Spinosaurus yang dulunya mengarungi tepi sungai dan menyambar mangsanya.

"Dengan banyak ditemukannya gigi Spinosaurus, sangat mungkin bahwa hewan ini hidup sebagian besar di dalam sungai ketimbang di sepanjang tepiannya," kata ahli paleontologi University of Portsmouth Thomas Beevor.



Simak Video "Wisata Sambil Belajar Mengenai Fosil Purba di Museum Satwa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)
Debat Capres AS