Teori 'Solidaritas' di Balik Ratusan Paus Mati Terdampar

Teori 'Solidaritas' di Balik Ratusan Paus Mati Terdampar

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 24 Sep 2020 19:45 WIB
In this image made from aerial video shows numerous stranded whales along the coastline Wednesday, Sept. 23, 2020, near the remote west coast town of Strahan on the island state of Tasmania, Australia. More pilot whales were found stranded on an Australian coast Wednesday, raising the estimated total to almost 500 in the largest mass stranding ever recorded in the country. (Australian Broadcast Corporation via AP)
Penampakan ratusan paus terdampar di Australia. Foto: AP Photo
Australia -

Setidaknya 380 paus yang diduga sebagai kasus terdampar terbesar di Australia, mati, menurut para petugas setempat. Sejak Senin (21/09), ratusan paus pilot ditemukan di pesisir barat Tasmania dan sedang diupayakan penyelamatannya walau sangat sulit. Apa kira-kira penyebabnya?

Meskipun hanya sedikit paus berhasil diselamatkan, sekitar 50 ekor sejauh ini, tetap dianggap sebagai upaya yang baik. "Fokus kami tentu untuk menyelamatkan hidup para individu paus itu saat ini. Tapi di pikiran kami, ada pertanyaan apa yang terjadi," kata Dr Kris Carlyon, ahli biologi di Marine Conservation Program.

"Paus yang kami selamatkan, kami anggap sebagai kemenangan. Kami fokus menyelamatkan sebanyak mungkin yang kami bisa," tambahnya.

Penyebab pasti kenapa paus pilot dalam jumlah sebanyak itu ramai-ramai terdampar di pantai dan kehilangan nyawa belum diketahui dengan pasti. Namun salah satu faktor yang mungkin berperan besar adalah hubungan sosial sangat erat di antara para paus itu.

Mereka ikut seekor pemimpin dan ikatan sosial kuat dapat menyebabkan seluruh kelompok jadi terdampar. "Mungkin hanya satu kesalahan yang dilakukan oleh satu atau dua dari mereka dan karena paus pilot adalah spesies sosial, yang mungkin telah menarik hewan lain masuk," kata Dr Carlyon mengutarakan teorinya.

Ikatan sosial tersebut juga menyebabkan upaya penyelamatan lebih sulit. Sebab saat sudah diselamatkan, seolah sebagai solidaritas, mereka malah ada yang balik lagi ke pantai dan terdampar kembali.

"Mereka mungkin mendengar suara dari yang lain atau mereka kehilangan orientasi dan dalam kasus ini mereka sangat stress, dan mungkin juga sangat lelah sehingga dalam beberapa kasus, mereka tidak tahu sedang di mana berada," kata ilmuwan kelautan, Vanessa Pirotta.

Bagaimana bisa mereka kehilangan arah juga belum dapat dipastikan. "Dalam kasus ini, salah satu kemungkinan adalah anomali tertentu dalam oseanografi, atau mungkin penyakit, mengganggu navigasi paus pilot, mengarahkan mereka ke air dangkal di mana mereka tidak bisa dengan mudah lolos," tulis Fleur Visser, ilmuwan di Kelp Marine Research.

Bisa jadi pula suara berisik yang ditimbulkan oleh manusia membuat navigasi mereka tidak akurat. "Sayangnya, masih ada beberapa hal yang belum kami ketahui kenapa paus bisa terdampar," cetus Annebelle Kok, ahli biologi di University of California.

Paus pilot sendiri merupakan salah satu spesies laut yang paling sering terdampar. Tapi kali ini dari segi jumlah, disebut sebagai rekor tersendiri.



Simak Video "Penampakan dari Udara Ratusan Paus Terdampar di Tasmania"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/asj)