Jejak Pelarian Ilmuwan yang Bilang Virus Corona Buatan Manusia

Jejak Pelarian Ilmuwan yang Bilang Virus Corona Buatan Manusia

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 15 Sep 2020 05:27 WIB
Dr Li Meng Yan, ilmuwan pakar virus yang membelot ke Amerika
Jejak Pelarian Ilmuwan yang Bilang Virus Corona Buatan Manusia (Foto: New York Post)
Jakarta -

Dr Li Meng Yan dikenal bukan karena membuat vaksin Corona, tapi meyakini virus ini buatan manusia. Inilah jejak pelariannya ke Amerika.

Ilmuwan China ahli virus ini bikin gempar karena membelot ke Amerika dan lalu mengatakan virus Corona adalah buatan manusia di Wuhan. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2020) inilah perjalanan karirnya:

Awal karir

Ilmuwan whistleblower ini diketahui meraih gelar sarjana kedokteran dari Xiangya Medical College di Central South University di Kota Changsa, China. Perempuan ini meraih gelar PhD dari Southern Medical University Guangzhou, universitas yang terafiliasi dengan militer China.

Data dari China Academic Journals (CNKI) yang dicek detikINET menyebutkan risetnya untuk menjadi sarjana kedokteran adalah tentang efek propanolol tahun 2014. Pada 2018, dia sudah bekerja meneliti vaksin influenza di WHO Collaborating Centre for Infectious Disease Epidemiology and Control, School of Public Health, The University of Hong Kong, demikian menurut data dari Frontiers in Immunology.

Meneliti COVID-19

Seperti diberitakan Fox News, pada Desember 2019 itulah awal Li Meng Yan mengetahui ada kasus wabah mirip SARS di Wuhan. Supervisornya, Leo LM Poon memintanya terlibat dalam penelitian itu.

Saat itu dia berhubungan intens dengan para ilmuwan China daratan dan mengetahui virus ini menular antar manusia pada 31 Desember 2019. Temuannya dilaporkan pada 16 Januari 2020, namun atasannya malah meminta Li Meng Yan diam saja.

Pada 19 Maret 2020, hasil risetnya tentang COVID-19 masih terbit di jurnal medis Lancet berjudul Viral Dynamic in Mild and Severe Cases of COVID-19. Namun tampaknya itulah akhir dari karyanya di China.

Li Meng Yan mengatakan hasil risetnya disensor pemerintah China. Dia pun menyesalkan dua atasannya Leo Poon dan Malik Peiris yang mengabaikan temuannya, padahal lembaga risetnya berafiliasi kepada WHO. Meng Yan pun menduga WHO pun korup dan terlibat menutupi hal ini.

"Jangan melewati batas. Kita bisa kena masalah dan dihilangkan," kata Meng Yan menirukan ucapan atasannya.

Selanjutnya: kabur ke Amerika...



Simak Video "Update Corona RI Per 28 Juli: Tambah 47.791 Kasus, 43.856 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]