NASA Mau Menambang Batu di Bulan

NASA Mau Menambang Batu di Bulan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 11 Sep 2020 09:38 WIB
Bulan Purnama
Foto: AP
Jakarta -

NASA ingin membeli beberapa jenis batuan Bulan. Lembaga ini sedang mencari perusahaan yang akan digandengnya dalam proyek perjalanan ke Bulan dan menambang batuan luar angkasa.

Dikutip dari Fortune, NASA mempersilakan berbagai tawaran dari penjelajah luar angkasa yang bersedia membiayai perjalanan mereka sendiri ke Bulan dan mengumpulkan sampel tanah atau batuan.

Upaya ini dimaksudkan untuk memungkinkan NASA suatu hari mengumpulkan es, helium, atau bahan lain yang berguna untuk koloni di Bulan dan Mars.

Badan antariksa nasional AS ini juga ingin mendemonstrasikan potensi pemanfaatan sumber daya "in-situ", atau menggunakan bahan yang bersumber secara lokal untuk misi luar angkasa di masa depan.

Administrator NASA Jim Bridenstine memperkirakan, diperlukan pembiayaan kira-kira USD 15.000 hingga USD 25.000 per kontrak ke Bulan. Meski demikian, harga akhir akan ditentukan oleh persaingan penawaran.

Kegiatan di luar Bumi saat ini diatur oleh Perjanjian Luar Angkasa Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1967 (United Nations Outer Space Treaty 1967). Aturan ini melarang pangkalan militer atau senjata nuklir luar angkasa, dan pada dasarnya mengharuskan negara-negara untuk menjelajahi luar angkasa dengan damai.

Secara khusus, perjanjian tersebut menetapkan bahwa luar angkasa tidak tunduk pada "perampasan nasional dengan klaim kedaulatan, melalui penggunaan atau pendudukan, atau dengan cara lain." Namun perjanjian tersebut tidak secara khusus membahas penambangan di luar angkasa.

"Sudah waktunya kepastian regulasi untuk mengekstraksi dan memperdagangkan sumber daya di luar angkasa," kata Bridenstine.

Penawar yang memenangkan proyek NASA ini nantinya akan mengumpulkan hingga 500 gram material yang berasal dari Bulan, memotretnya, mendokumentasikan lokasinya dan kemudian melakukan transfer di tempat kepemilikan regolit Bulan atau batuan tersebut ke NASA. Selanjutnya, NASA akan memilah rencana pengambilan materi di kemudian hari.

Belum jelas siapa saja yang berminat maju menjadi pemegang proyek ini. Mendarat di Bulan tidaklah murah dan juga tidak mudah, dan NASA hanya akan membayar material Bulan yang berhasil dikumpulkan, sedangkan kontraktor akan bertanggung jawab sendiri atas semua biaya yang terkait dengan misi tersebut.



Simak Video "Melihat Roket NASA Berlogo 'Cacing' yang Bakal Terbang ke Bulan "
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)