NASA Berburu Kebocoran di Stasiun Luar Angkasa

NASA Berburu Kebocoran di Stasiun Luar Angkasa

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 21 Agu 2020 12:30 WIB
Ilustrasi International Space Station (ISS)
International Space Station Foto: (AFP/Getty Images)
Jakarta -

NASA dan Roscosmos tengah mencari sumber kebocoran yang terjadi di International Space Station (ISS), yang membuat udara dari dalam stasiun lebih cepat habis karena bocor ke luar angkasa.

Tiga astronaut dan kosmonaut yang ada di stasiun tersebut, yaitu Chriss Cassidy dari AS dan Anatoly Ivanishin serta Ivan Vagner dari Rusia, untuk sementara bakal tinggal di bagian milik Rusia, sementara NASA mencari sumber kebocoran di bagian lain ISS, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (21/8/2020).

Kebocoran ini pertama disadari pada September 2019 lalu, yaitu saat udara dalam stasiun pelan-pelan bocor ke luar ISS. Hal ini disadari saat mereka melihat berkurangnya tekanan udara lebih cepat ketimbang biasanya.

Tingkat kebocorannya itu semakin lama semakin besar, dan NASA saat itu belum sempat untuk mencari sumber kebocorannya karena kesibukan yang terjadi di ISS, seperti kedatangan Crew Dragon milik SpaceX ke ISS, dan lain sebagainya.

Ditambah lagi, kebocoran ini dianggap bukanlah masalah besar karena ISS bisa mempertahankan tekanan udara di dalam stasiun saat terjadi kebocoran udara.

Berhubung saat ini kesibukan di ISS sudah mulai berkurang, NASA bakal mencari sumber kebocoran itu. Yaitu dengan memantau tekanan udara di setiap modul yang ada di ISS, dan hasil pencariannya itu bakal diketahui dalam waktu seminggu ke depan.

NASA menyebut para kru ISS tak akan kekurangan ruangan selama pengujian ini karena bagian ISS milik Rusia punya ruangan yang cukup besar, dan memastikan kalau Astronaut dan Kosmonaut Rusia itu tak berada dalam bahaya apa pun.

Ini bukan pertama kalinya ISS mengalami kebocoran, salah satu yang terbesar terjadi pada 2018. Saat itu astronaut di ISS menemukan adanya sebuah lubang besar di kapsul Soyuz milik Rusia yang tengah menempel di ISS.

Berbagai teori konspirasi beredar saat itu, salah satunya adalah lubang tersebut sengaja dibuat di kapsul Soyuz dari seseorang di ISS. Direktur Roscosmos Dmitry Rogozin kemudian mengeluarkan pernyataan kalau pihak Rusia sudah mengetahui bagaimana lubang itu bisa ada, namun mereka menolak membeberkan informasinya ke publik.



Simak Video "Jepang Berharap Misi ke Bulan Bersama NASA"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)