Begini Proses Kiamat Alam Semesta Versi Ilmuwan

Begini Proses Kiamat Alam Semesta Versi Ilmuwan

Tim - detikInet
Kamis, 20 Agu 2020 05:42 WIB
Supernova (ledakan bintang terbesar) kemungkinan meningkatkan sinar kosmik yang masuk ke Bumi sebanyak 15%. (Foto: Greg Stewart SLAC National Accelerator Laboratory) (Credit: ABC licensed)
Supernova (istimewa)
Jakarta -

Sebagian ilmuwan meneliti bagaimana kira-kira akhir dunia atau kiamat berdasarkan sains. Bukan saja akhir dari Bumi, tapi juga alam semesta. Namanya saja tamatnya suatu masa, prediksi yang dikemukakan bernuansa suram.

Dikutip detikINET dari Fox News, dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Monthly Notices oleh Royal Astronomical Society, alam semesta diprediksi akan berakhir pada beberapa triliun tahun lagi. Walau masih begitu lama, digambarkan apa yang bakal terjadi ketika itu, terutama pada kondisi bintang-bintang.

Bintang terus meledak dengan prosesnya pelan-pelan, tidak seketika seperti dentuman besar. Pada saat itu, alam semesta bisa dikatakan sudah mati dan seluruh bintang pun menunggu giliran tamat riwayatnya.

"Alam semesta akan menjadi tempat yang kesepian, dingin dan menyedihkan," tulis pakar teori fisika, Matt Caplan, dalam risetnya itu. Ia adalah asisten profesor di Illinois State University, Amerika Serikat.

"Saya menjadi seorang fisikawan untuk satu alasan. Saya ingin berpikir tentang pertanyaan besar, yaitu kenapa alam semesta berada di sini dan bagaimana akan berakhir?" katanya mengenai motivasi melakukan riset ini.

Pada akhir alam semesta, bintang-bintang berukuran masif akan meledak lebih dulu menjadi supernova ketika kandungan besi terakumulasi di intinya, membuat bintang itu kolaps. Sedangkan bintang yang lebih kecil untuk sementara selamat karena tidak punya gravitasi atau kepadatan untuk memproduksi besi semacam itu.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, bintang-bintang katai putih akan menjadi lebih padat, berubah menjadi bintang katai hitam yang dapat memproduksi materi besi. Kala itu, sudah tidak ada lagi cahayanya.

"Saat bintang katai putih mendingin dalam beberapa triliun tahun lagi, mereka akan menjadi semakin redup, akhirnya menjadi solid dan berubah menjadi bintang katai hitam yang tak lagi bersinar," urai Caplan.

Nah, bintang katai hitam yang berukuran masif kemudian juga akan meledak menjadi supernova, diikuti oleh bintang yang berukuran lebih kecil sampai tidak ada sisanya lagi.

"Sulit membayangkan ada yang hadir lagi setelah itu. Supernova katai hitam itu mungkin akan menjadi hal menarik terakhir di alam semesta. Mereka mungkin adalah supernova terakhir," tambahnya.

Setelah itu, galaksi-galaksi lenyap, lubang hitam menguap, dan dengan demikian berakhirlah alam semesta. Tentunya, itu hanya skenario ilmuwan berdasarkan teori ilmiah.



Simak Video "Pertama! Dua Wanita Raih Penghargaan Nobel Bidang Kimia Bersamaan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)