7 Mitos Vs Fakta Sundaland dan Atlantis - Halaman 2

Misteri Benua Sundaland

7 Mitos Vs Fakta Sundaland dan Atlantis

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 17 Agu 2020 18:28 WIB
Misteri Benua Tenggelam di Indonesia
7 Mitos VS Fakta Sundaland dan Atlantis (Foto: detikcom)

3. Iklim di Atlantis

Mitos: Menurut Plato, Atlantis punya dua musim, curah hujan tinggi.

Fakta: Sundaland adalah wilayah khatulistiwa di Zaman Es. Suhunya dingin 5-10º C. Sementara rata-rata dunia -8º C

Kesimpulan: Cocok.

4. Wilayah Atlantis

Mitos: Atlantis disebutkan seluas Asia Minor digabungkan dengan Libya. Atlantis juga berhubungan dengan pulau-pulau lain.

Fakta: Sundaland adalah wilayah meliputi Sumatera, Semenanjung Malaysia, Kalimantan dan Jawa yang dihubungkan dengan daratan. Sulawesi dan Maluku tetap menjadi kepulauan karena memiliki laut dalam. Sementara Papua dan Australia menjadi satu benua bernama Sahul.

Kesimpulan: Cocok.

5. Bentang alam rata dikelilingi gunung

Mitos: Atlantis disebutkan memiliki bentang alam yang rata dikeliling gunung. Ada banyak pohon buah-buahan dan aneka pohon penghasil kayu.

Fakta: Sundaland menurut sejumlah penelitian yang dipublikasikan jurnal Nature adalah padang savana. Dataran yang lebih tinggi adalah hutan. Sisi selatan Sundaland adalah jejeran gunung berapi yang sekarang menjadi Sumatera dan Jawa.

Kesimpulan: Cocok.

6. Punya gajah

Mitos: Atlantis disebutkan memiliki gajah.

Fakta: Menurut Yahdi Zaim, Benua Sundaland memiliki leluhur gajah yaitu Stegodon dan Elephas.

Kesimpulan: Cocok.

7. Peradaban tinggi

Mitos: Atlantis disebutkan memiliki peradaban tinggi. Mereka disebutkan sudah bertani karena tanahnya subur, beternak, sudah bisa mengolah atau mengawetkan makanan. Bangsa Atlantis juga mengenal logam seperti emas, perak, timah, perunggu dan mineral orichalcum. Mereka juga sudah bisa membangun irigasi dan punya kuil dan piramid.

Fakta: Menurut Yahdi Zaim, pada masa Sundaland baru ada manusia purba dari Meganthropus paleojavanicus, Homo erectus, Homo floresiensis sampai Homo wajakensis. Peradaban mereka baru sebatas berburu, punya alat-alat batu, mengenal api, berkeluarga, dan mengenal lukisan gua.

"10 Ribu tahun lalu Homo sapiens itu sudah cerdas. Kenal api, komunitas, keluarga dan sudah bikin pakaian untuk melindungi diri dari panas dan hujan," kata Yahdi.

Kesimpulan: Tidak cocok. Belum ada bukti ilmiah kalau masyarakat di Sundaland mencapai peradaban setinggi dalam legenda Atlantis.

"Selama belum atau tidak didukung oleh data yang nyata, empirik antara lain seperti temuan-temuan arkeologis, geologis dan geofisika, masa saya tidak mendukung pendapat dan kebenaran Sundaland sebagai wilayah Atlantis seperti mitologi yang diramaikan banyak orang," ujar Yahdi.

Tampaknya, memang baru separuh mitos Atlantis yang cocok dengan fakta ilmiah Sundaland. Kalau memang Sundaland adalah Atlantis, pendukung teori ini harus mencari bukti-bukti ilmiahnya.

(fay/rns)