Ini Dia Para Manusia Penduduk Sundaland yang Misterius

Misteri Benua Sundaland

Ini Dia Para Manusia Penduduk Sundaland yang Misterius

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 16 Agu 2020 17:08 WIB
Editable vector silhouettes of cavemen hunters on patrol
Ini Dia Para Manusia Penduduk Sundaland yang Misterius (Foto: Getty Images/iStockphoto/AdrianHillman)
Jakarta -

Misteri Sundaland semakin terungkap. Benua yang tenggelam di Indonesia ini ditinggali banyak manusia. Ada manusia Hobbit lho!

Sundaland adalah benua yang perlahan tenggelam di Indonesia dimulai sejak akhir Zaman Es, 18.000 tahun silam. Yang tersisa adalah bagian yang tinggi yang kini menjadi Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Malaysia.

Dahulu di Sundaland ada padang savana dan hewan-hewan purba seperti gajah stegodon. Sementara daerah yang agak tinggi adalah hutan hujan. Namun bukan cuma hewan dan tumbuhan, manusia juga bertebaran di Sundaland.

"Manusia di Sundaland ada banyak variannya," kata ahli Paleontologi ITB, Profesor Yahdi Zaim kepada detikINET, Minggu (16/8/2020).

Mereka ini adalah manusia purba yang kita kenal sekarang. Hari ini kita menganggap mereka adalah penghuni awal Indonesia, tapi sejatinya mereka adalah penghuni Sundaland.

Yuk sekali lagi berkenalan dengan mereka. Yang tertua adalah Meganthropus paleojavanicus yang umurnya 1,5 juta tahun di Sangiran (Von Konigswald, 1941). Diperkirakan tingginya mencapai 2,4 meter.

Lalu ada aneka Homo erectus yang berusia 700 ribu-1 juta tahun. Pertama ditemukan di tepi Sungai Bengawan Solo oleh Eugene Dubois tahun 1891. Lalu ada banyak penemuan lain di Ngandong antara 1931-1933.

Lompat ke Flores ada Homo floresiensis yang berusia 60.000-100.000 tahun lalu. Ia ditemukan tahun 2003 dan bikin geger dunia karena tubuhnya kecil dan dijuluki Manusia Hobbit. Ia masih bersaudara dengan Homo luzonensis dari Filipina.

"Yang paling muda di Sundaland ada di Wajak," kata Yahdi.

Inilah Homo wajakensis yang ditemukan tahun 1888 di Tulungagung, Jawa Timur. Dia berumur sekitar 10.000 tahun dan sudah merupakan Homo sapiens, alias manusia modern. Di Benua Sahul yang juga tenggelam dan sekarang tersisa Papua dan Australia juga ditemukan sisa manusia purba di Mungo, Australia. Umurnya sekitar 50 ribu tahun dan sudah Homo sapien juga.

"Paling banyak fosil itu di Sangiran. Total di Jawa ada 20 individu manusia purba ditemukan dari berbagai zaman," kata Yahdi.

Yahdi mendukung teori migrasi manusia dari Afrika. Mereka ke Sundaland dari dua jalur yaitu lewat India, Thailand sampai ke Indonesia, satu lagi lewat Taiwan, Filipina, lalu sampai juga ke Indonesia.

Jalur Migrasi ke SundalandJalur migrasi ke Sundaland Foto: (dok Yahdi Zaim)