Misteri Kapan Pertama Kali Manusia Memanfaatkan Api

Misteri Kapan Pertama Kali Manusia Memanfaatkan Api

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 06:00 WIB
Di bulan Januari warga Spanyol menggelar tradisi Luminaria. Sebuah tradisi dimana warga akan menunggang kuda untuk menerobos kobaran api. Penasaran? Yuk, lihat.
Nyala api dalam sebuah festival. Foto: AP Photo/Manu Fernandez
Jakarta -

Api sangat berguna bagi kehidupan manusia. Nah, kapan pertama kali manusia tahu bagaimana cara memanfaatkan si Jago Merah ini?

"Itu adalah pertanyaan rumit. Buktinya mungkin tidak terjaga sangat baik dan apa yang kita lihat cuma sisa dari yang sebelumnya merupakan jejak yang kaya. Tapi lagi lagi, itu hanya dugaan. Kita tidak tahu," sebut Ian Tatersall, ahli paleontologi American Museum of Natural History.

Yang diketahui ilmuwan adalah, sekitar 400 ribu tahun silam, api mulai muncul lebih sering dalam rekaman arkeologi di Eropa, Timur Tengah, Afrika dan Asia. Namun demikian, situs dengan bukti-bukti kuat relatif jarang.

Menurut Ian, sedikitnya ada dua situs terisolasi yang menunjukkan manusia telah memanfaatkan api sebelum 400 ribu tahun lalu itu. Misalnya sebuah situs di Israel berusia sekitar 800 ribu tahun lalu, ditemukan fragmen kayu terbakar, dalam sebuah studi tahun 2012 di jurnal Science.

Situs yang lain di Afrika Selatan, ilmuwan menemukan bukti bahwa manusia sudah memakai api sekitar 1 juta tahun silam, dalam gua Wonderwerk. Di situ, ada bukti tulang sisa dibakar dan pertanda ada perapian.

Nah, meskipun Wonderwerk adalah situs yang disepakati ilmuwan punya bukti terawal kita menggunakan api, muncul pula teori yang meyakini manusia sudah memakainya jauh lebih awal. Sekitar 2 juta tahun silam, usus Homo erectus mulai mengecil, menandakan mungkin mereka telah memasak dengan api sehingga mencerna jadi jauh lebih mudah.

Di sisi lain, otak mereka membesar yang butuh banyak energi. "Darimana lagi Anda mendapatkan energi itu tanpa menggunakan api untuk memasak makanan?" ujar Ian, seperti dikutip detikINET dari Live Science.

Ilmuwan memang menemukan situs di Kenya berusia 1,6 juta tahun dengan sisa tulang terbakar. Namun tak semua setuju bahwa itu merupakan pekerjaan manusia, kemungkinan lebih karena ada kebakaran yang muncul secara alami.

Meski belum disepakati secara luas kapan api mulai dimanfaatkan manusia, materi ini benar-benar berguna. Selain untuk memasak, api juga membantu manusia tetap hangat meski berpindah ke tempat yang lebih dingin.



Simak Video "Kebakaran Melanda Kawasan Industri di Iran"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)