Ilmuwan Hidupkan Kembali Mikroba Berumur 100 Juta Tahun

Ilmuwan Hidupkan Kembali Mikroba Berumur 100 Juta Tahun

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 29 Jul 2020 07:03 WIB
Gambar yang diperbesar menunjukkan mikroba yang dihidupkan kembali dari sedimen berumur 101,5 juta tahun.
Gambar yang diperbesar menunjukkan mikroba yang dihidupkan kembali dari sedimen berumur 101,5 juta tahun. Foto: JAMSTEC
Jakarta -

Para ilmuwan berhasil menghidupkan kembali mikroba yang telah tertidur selama lebih dari 100 juta tahun.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mengumpulkan sampel sedimen kuno dari bawah dasar laut untuk lebih memahami iklim masa lalu, lempeng tektonik, dan ekosistem laut dalam.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Badan Geomikrobiologi Ilmu dan Teknologi Laut-Bumi Jepang Dr. Yuki Morono mengumpulkan Sampel sedimen purba selama ekspedisi ke South Pacific Gyre

Di atas kapal, JOIDES Resolution , Dr. Morono dan rekannya mengebor banyak sedimen core 100 m (328 kaki) di bawah dasar laut dan hampir 6 km (3,7 mil) di bawah permukaan laut.

Para ilmuwan menemukan bahwa oksigen ada di semua inti, menunjukkan bahwa jika sedimen terakumulasi secara perlahan di dasar laut dengan kecepatan tidak lebih dari 1-2 m (3,3-6,6 kaki) setiap juta tahun, oksigen akan menembus jauh-jauh dari dasar laut ke ruang bawah tanah.

Yuki Morono (kiri) dan Steven D'Hondt (paling kanan) di kapal bor penelitian Resolusi JOIDES dengan core sedimen yang dikumpulkan dari South Pacific Gyre.  Foto: IODP JRSOYuki Morono (kiri) dan Steven D'Hondt (paling kanan) di kapal bor penelitian Resolusi JOIDES dengan core sedimen yang dikumpulkan dari South Pacific Gyre. Foto: IODP JRSO Foto: undefined

Kondisi seperti itu memungkinkan mikroorganisme aerob untuk bertahan hidup dalam skala waktu geologis jutaan tahun meski tidak memiliki nutrisi.

Para ilmuwan kemudian menginkubasi sampel mikroba hingga 557 hari dalam pengaturan laboratorium yang aman, menyediakan sumber karbon dan nitrogen 'makanan' seperti amonia, asetat, dan asam amino. Hasilnya alih-alih menjadi fosil sisa-sisa kehidupan, mikroba itu tumbuh, berlipat ganda, dan menampilkan beragam aktivitas metabolisme.

"Awalnya saya skeptis, tetapi kami menemukan bahwa hingga 99,1% dari mikroba dalam endapan yang disimpan 101,5 juta tahun lalu masih hidup," kata Dr. Morono dilansir dari Scitechdaily.

"Kami sekarang tahu bahwa tidak ada batasan umur untuk (organisme di) biosfer bawah laut".



Simak Video "Waspada! 'Disease X' Akan Menyerang di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)